Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini, total sebanyak 8.561 jemaah haji gelombang kedua tiba di Madinah dari Mekah. Dengan demikian sampai dengan hari ketiga, Rabu (12/7/2023), tercatat ada 23.080 jemaah dari 59 kelompok terbang (kloter) yang berada di Madinah.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan para jemaah haji akan menghadapi kepadatan yang sama dengan jemaah gelombang kedua. Bahkan, lebih padat karena jumlah jemaah gelombang kedua lebih banyak ketimbang gelombang satu.
Fenomena jemaah tersasar atau kehilangan arah untuk kembali ke hotel akan kembali marak. Hilman menginstruksikan jajaran petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji ( PPIH) Arab Saudi meminimalkan kasus-kasus seperti itu.
Baca juga : Satu dari Tiga Jemaah Haji Hilang Diketemukan sudah Wafat
Arahan itu disampaikan Hilman dalam apat koordinasi dengan jajaran pimpinan Daker Madinah dan para kepala sektor, di Madinah, Selasa (11/7) malam.
"Saya meminta para petugas mawas diri, jaga-jaga dan mempersiapkan skema agar fenomena tersesat, hilang di jalan bisa kita minimalisasi. Jangan sampai pernah tersesat atau hilang di Mekah, sudah ketemu dan sudah bersama kelompoknya lagi, di Madinah terulang," ungkap Hilman kepada tim Media Center Haji (MCH) 2023.
Baca juga : Haji Lansia Gelombang Dua Disuguhi Bubur Ayam di Madinah
Selain itu, Daker Madinah diminta mengantisipasi keterlambatan bus jemaah dari Mekah hingga pesawat dari Madinah saat kepulangan jemaah ke Tanah Air. Hilman menginginkanagar kedatangan jemaah ke Mekah, penempatan di hotel-hotel, sampai kepulangan seluruhnya dapat berlangsung dengan mulus.
"Yang ketiga kita menjaga agar jemaah tetap bisa menjaga ritme ibadah. Ini pesan juga dari Pak Menteri Agama, kesehatan jemaah tetap dijaga, fisiknya, kondisinya, dan ini petugas juga punya peran besar untuk mengarahkan situasi," terang Hilman.
Poin-poin arahan Dirjen PHU kepada jajaran Daker Madinah termasuk memberikan sosialisasi kepada jemaah untuk mengingat jalur pulang dan pergi ke Masjid Nabawi. Mereka dianjurkan pergi berkelompok sampai kembali ke hotel.
Perhatian khusus diberikan kepada jemaah demensia atau memiliki riwayat gangguan ingatan. Mereka akan diawasi bersama agar tidak keluar hotel atau jalan sendirian ke Masjid Nabawi.
Jemaah haji gelombang kedua akan menempati pemondokan yang tersebar di tiga wilayah Markaziyah (sekitar Masjid Nabawi), yaitu: Syimaliyah (sisi utara Masjid Nabawi), Gharbiyah (sisi barat Masjid Nabawi), dan Janubiyah (sisi selatan Masjid Nabawi). Jarak terdekat hotel dari halaman utama Masjid Nabawi adalah 15 m, sedangkan yang terjauh 500 m.
Para jemaah gelombang kedua akan tinggal di Madinah selama 8-9 hari untuk melaksanakan ibadah sunah arbain, yakni salat fardu berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi.
Total ada sebanyak 111.982 ribu jemaah dan petugas di gelombang kedua. Mereka akan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) mulai 18 Juli hingga 4 Agustus mendatang. (Z-4)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
SEBANYAK 18 orang anggota keluarga dari tiga generasi termasuk dalam rombongan bus umrah yang terbakar dan terlibat kecelakaan di Madinah, Arab Saudi.
SEBANYAK 45 warga Muslim India meninggal dan satu orang dilaporkan selamat setelah bus umrah terbakar di Madinah, Arab Saudi
BUS yang membawa rombongan jemaah umrah asal India mengalami kecelakaan fatal setelah bertabrakan dengan truk tangki di kawasan dekat Madinah, Arab Saudi.
Jelang fase pemberangkatan ke Madinah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo meminta jemaah dari Kloter SOC 68 (Kulon Progo) untuk menjaga stamina
Dua jemaah yang meninggal berasal dari Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten CIamis.
SELAIN viral video jemaah haji yang menarik koper sendiri, video lain yang memperlihatkan sembilan jemaah yang berada di hotel 210 masih berihram juga ikut ramai di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved