Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
OKRA, yang juga dikenal dengan sebutan lady finger, adalah sayuran berbiji yang aman untuk dikonsumsi. Namun, banyak orang kurang tertarik mengonsumsi sayuran ini karena teksturnya yang berlendir. Meski begitu, dengan pengolahan yang tepat, kadar lendir pada okra dapat dikurangi, dan lendir tersebut sebenarnya bisa membantu memperbaiki tekstur makanan tertentu.
Selain itu, okra memiliki bulu-bulu halus pada bagian luarnya dan tumbuh subur di musim panas.
Okra kaya akan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram okra mentah, terdapat:
- Kalori: 33
- Karbohidrat: 7 gram
- Protein: 2 gram
- Magnesium: 14% kebutuhan harian
- Folat: 15% kebutuhan harian
- Vitamin A: 14% kebutuhan harian
- Vitamin C: 26% kebutuhan harian
- Serat: 3 gram
- Vitamin K: 26% kebutuhan harian
- Vitamin B6: 14% kebutuhan harian
Baca juga : Mom, Kini Cari Buah dan Sayur Segar Berkualitas Lebih Mudah
Vitamin C yang terkandung dalam okra berfungsi untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sedangkan vitamin K1 berperan dalam pembekuan darah. Berikut ini adalah delapan manfaat kesehatan dari rutin mengonsumsi okra:
Salah satu manfaat utama okra adalah kemampuannya untuk menurunkan kadar gula darah. Sebuah penelitian pada hewan yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research menunjukkan bahwa polisakarida okra dapat memperbaiki gangguan metabolisme pada tikus yang diinduksi dengan diet tinggi lemak. Namun, pengidap diabetes harus berhati-hati, karena okra dapat mempengaruhi efektivitas obat diabetes seperti metformin. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memasukkan okra ke dalam pola makan.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak okra dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Meski demikian, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
Baca juga : Lima Sinergi Makanan untuk Mendapatkan Nutrisi yang Baik
Okra kaya akan vitamin K, yang berperan penting dalam pembentukan tulang dan proses pembekuan darah. Konsumsi cukup vitamin K dapat membuat tulang lebih kuat dan tidak mudah patah.
Okra mengandung banyak antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas berlebih, mencegah peradangan, serta menjaga kesehatan otak.
Okra mengandung lektin, sejenis protein yang berpotensi mencegah dan mengobati kanker. Penelitian dalam jurnal Biotechnology Letters menunjukkan bahwa lektin dalam okra dapat mencegah pertumbuhan sel kanker payudara hingga 63%. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat ini pada manusia.
Baca juga : Daftar Sayuran yang Kulitnya tidak Perlu Dikupas
Kandungan folat dalam okra sangat penting bagi ibu hamil, karena dapat mencegah berbagai gangguan pada janin dan mengurangi risiko keguguran serta cacat lahir pada bayi.
Kandungan serat dalam okra bermanfaat untuk mencegah konstipasi dan menjaga kesehatan saluran cerna. Selain itu, serat juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga baik untuk dikonsumsi saat diet.
Okra mengandung magnesium, folat, zink, dan zat besi yang dapat meningkatkan gairah seksual dan menjaga kesehatan organ genital.
Baca juga : Kandungan Nutrisi dan Manfaat Air Rebusan Daun Bawang
Selain delapan manfaat utama di atas, okra juga dapat membantu mencegah obesitas karena mengandung kalori rendah dan tinggi serat. Vitamin C dalam okra juga dapat mencegah penuaan dini pada kulit dan menjaga kesehatan kulit kepala.
Agar manfaat okra dapat diperoleh secara maksimal, perhatikan cara mengolahnya:
Dengan rutin mengonsumsi okra yang diolah dengan tepat, Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkannya. Selamat mencoba dan semoga sehat selalu! (Z-10)
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Sayur merupakan sumber penting serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved