Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SINERGI dalam tata kelola air di Indonesia dinilai penting. Ini mesti melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, untuk mendukung sumber daya esensial berkelanjutan itu.
"Yang paling penting itu ialah kolaborasi. Jangan sampai pemerintah menjalankan program sendiri, swasta jalan sendiri. Jadi harus ada satu kolaborasi untuk membangun infrastruktur bersama-sama," kata Presiden Direktur Ecolab Evan Jayawiyanto di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (28/5).
Menurut dia, pelaku industri sudah memiliki kesadaran mengurangi penggunaan air. Pasalnya, jika sektor itu menyerap air dalam jumlah yang besar, ini memengaruhi proses bisnis alias biaya yang besar.
Baca juga : Di WWF Bali 2024, Pemprov Jateng Teken Kerja Sama dengan UNESCO-IHE Institute for Water Education
Ia memberi contoh industri perhotelan memanfaatkan teknologi dan solusi untuk efisiensi air. Soalnya, diperkirakan biaya operasional paling besar teralokasi untuk kebutuhan air bersih dan energi.
Dengan efisiensi air dan energi, dampak negatif dari emisi karbon juga bisa dikurangi sekaligus menurunkan biaya operasional. Selain itu, ketersediaan air dunia yang diperkirakan berkurang hingga 56% pada 2030 oleh organisasi penelitian World Resources Institute juga menjadi pengingat untuk hemat penggunaan air.
Sedangkan dari sisi pemerintah, sinergi dapat dilakukan salah satunya melalui regulasi yang lebih ketat dan memberikan panduan kepada industri soal tata kelola air lebih baik. Untuk itu, ia mengusulkan regulasi dari pemerintah terus dijaga dan diperketat terutama terkait pemakaian air, pengolahan, dan daur ulang
menjadi air bersih.
Baca juga : Antisipasi Kemarau, Pemerintah Diminta Prioritaskan Revitalisasi Hulu Irigasi untuk Lahan Sawah
Kemudian, memperbanyak edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya air bersih. "Nanti dari situ bergerak, akan ada intervensi untuk investasi infrastruktur lebih bagus lagi untuk meningkatkan pengelolaan air bersih di Indonesia," imbuh Evan.
Investasi, kata dia, bisa juga datang dari pihak swasta atau kolaborasi dengan pemerintah di antaranya untuk penyaringan, pemurnian, dan penyulingan air. Berdasarkan studi Ecolab bertajuk, Ecolab Watermark Study 2023 yang dilaksanakan di Indonesia, dua dari lima responden Indonesia percaya bahwa upaya menjaga agar air tetap bersih/aman ialah prioritas untuk mencapai berkelanjutan.
Tanggung jawab pendanaan sebagian besar berada pada pemerintah/produsen, tetapi juga menempatkan sebagian pada LSM untuk mendukung konservasi air secara finansial. "Mereka juga memiliki pandangan serupa bahwa sumber pendanaan konservasi seharusnya melalui investasi pemerintah/bisnis dan bisnis menghadapi denda," demikian dikutip dari Ecolab Watermark Study.
Baca juga : Pakar Indonesia dan Australia Bergabung dengan Pemerintah dan Sektor Swasta Bahas Dekarbonisasi
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Sumber Daya Nasional Luhut Binsar Panjaitan berkomitmen mewujudkan tata kelola air Indonesia yang terpadu dan berkelanjutan. Luhut mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak sangat diperlukan untuk terus menjaga keberlangsungan sumber daya air di tanah air.
Alasannya, tantangan maupun permasalahan sumber daya air dunia juga semakin kompleks. Ia memberikan contoh perubahan iklim yang dampaknya semakin terasa dan terus meluas serta meningkatnya konflik kepentingan akibat semakin berkurangnya ketersediaan air yang dapat diakses, baik secara kuantitas maupun kualitas.
"Sumber daya air berkelanjutan menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi unsur nonpemerintah juga harus saling bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja sama demi keberlangsungan sumber daya air di Indonesia," ucap Luhut. (Ant/Z-2)
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menilai, upaya meminimalkan perbedaan pandangan menjadi penting di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurut Yusril, ketiadaan payung hukum yang komprehensif membuat negara belum optimal dalam merespons ancaman disinformasi secara sistemik.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya legislasi yang telah diinisiasi pada periode sebelumnya.
Kesadaran hukum masyarakat memiliki dua dimensi utama, yakni afektif dan kognitif. Pada dimensi afektif, kepatuhan hukum lahir dari keyakinan bahwa hukum mengandung nilai kebenaran.
ASN di Jatim diajak membangun kebijakan yang cerdas dan berdampak melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta pemanfaatan teknologi digital.
Sinergi ini bertujuan untuk mendukung agenda pemerintah dalam memberdayakan nelayan pesisir sekaligus membangun budaya keselamatan di laut yang lebih kokoh.
Ihfa Firdausya
Mulai dari masa awal kemerdekaan yang fokus pada konektivitas dasar antarwilayah, hingga era Orde Baru yang membangun jalan nasional, pelabuhan, dan irigasi.
Dalam menghadapi ancaman keamanan siber (cyber threats) Indonesia perlu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
PEMERINTAH didorong untuk bisa mengimbangi kebijakan efisiensi anggaran dengan meningkatkan inklusivitas perekonomian. Itu dinilai dapat menambal kontribusi belanja negara yang hilang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved