Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MULAI 12 Mei, secara bertahap 241.000 jemaah haji asal Indonesia akan tolak ke Arab Saudi untuk menjalankan rukun Islam ke-5 di Tanah Suci tahun ini. Di mana 45 ribu jemaah haji reguler berusia 65 tahun ke atas.
Di tengah cuaca panas Tanah Suci, para jemaah pun diminta menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar dan sehat. Salah satu yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan obat-obatan selama beribadah.
Berdasarkan catatan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji saat di Tanah Suci.
Baca juga : Ini Beda Gejala Serangan Jantung dan Maag
"Ada beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji, yaitu infeksi saluran pernapasan atas, diakibatkan karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Daker Madinah dr Leksmana dalam keterangan resmi, Jumat (10/5).
Selain itu, lanjutnya, gangguan pencernaan seperti diare, muntah, atau sakit perut yang disebabkan perubahan pola makan, air minum yang berbeda, dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai.
Dr Leksmana juga menyebut dehidrasi menjadi risiko yang serius terutama jika jemaah tidak cukup minum air. "Hal ini dikarenakan cuaca panas di Makkah dan Madinah," katanya.
Baca juga : Tips Bantu Atasi Batuk dan Flu Berkepanjangan Si Kecil
Ia menambahkan, penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.
Hal lain yang perlu diantisiapasi di antaranya penyakit menular seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda.
Selain itu terdapat penyakit kronis yang bisa jadi dialami jemaah. Menurut dr Leksmana, kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung bisa menjadi lebih sulit dikontrol karena perubahan pola makan, kurang istirahat, dan stres selama perjalanan.
"Serta trauma atau cedera, terutama karena kerumunan besar dalam melakukan ritual seperti tawaf dan melempar jumrah," terangnya.
(Z-3)
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar perjalanan mudik berlangsung aman.
SETELAH 10 tahun menjalin hubungan asmara, pasangan bintang Korea Selatan Kim Woo-bin dan Shin Min Ah akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan
Teknik yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
Otak juga membutuhkan olahraga, sehingga menggerakkan tubuh sesekali setiap hari sangat dibutuhkan untuk tubuh persendian termasuk otak.
Pakaian bekas yang belum dicuci dan ditumpuk begitu saja dapat mengandung virus Molluscum contagiosum, yang tidak diketahui sejak kapan telah bersarang di dalam serat atau bagian baju.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved