Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Divisi Pendistribusian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Ahmad Fikri mengungkapkan penghimpunan zakat nasional 2024 hingga saat ini telah terkumpul hampir mencapai 100% dari yang ditargetkan.
“Kita kan punya target 430.000 penghimpunan zakat di seluruh lembaga, sementara sekarang sudah sekitar 420.000 yang dihimpun. Mudah-mudahan bisa mencapai 100% sebelum lebaran,” ujarnya di Jakarta pada Senin (8/4).
Ahmad menjelaskan bahwa tahun ini Baznas memperkirakan potensi pengumpulan zakat fitrah secara nasional dapat mencapai Rp3,6 triliun. Angka tersebut merupakan akumulasi dari pengumpulan zakat fitrah oleh Baznas, lembaga amil zakat (LAZ), dan masjid-masjid di seluruh Indonesia.
Baca juga : Kepala Daerah Diminta Dorong Masyarakat Tunaikan Zakat
“Kami juga ingin terus mengingatkan kepada semua teman-teman umat Muslim yang belum menunaikan zakat fitrah, untuk segera menunaikan zakatnya sampai sebelum shalat idul fitri,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan menyampaikan terkait target pendistribusian zakat akan disalurkan kepada berbagai kelompok salah satunya ialah para keluarga miskin di 38 provinsi seluruh Indonesia. Terbaru, pihaknya telah mendistribusikan 137 ribu paket beras zakat fitrah 1445 H berupa beras premium seberat 5 kg untuk para penerima manfaat (mustahik) di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan giat program pendistribusian zakat fitrah untuk masyarakat keluarga miskin sebanyak 137 ribu paket beras premium ke berbagai wilayah di Indonesia sejak Selasa, 4 April 2024,” ujar Saidah dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia pada Senin (8/4).
Baca juga : Presiden Imbau Masyarakat Tunaikan Kewajiban Zakat
Menurut Saidah, paket beras zakat fitrah BAZNAS menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dilalui, seperti di Provinsi Kalimantan Utara, dimana pendistribusian zakat fitrah dilakukan dengan menggunakan speedboat hingga ke beberapa wilayah pedesaan di pedalaman.
“Penyaluran zakat fitrah sebanyak 110 pack di Kampung Sarimulya Desa Jayasari Kec. Cimarga Kab. Lebak - Banten (Desa Baduy Mualaf). Di wilayah Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, zakat fitrah didistribusikan langsung ke rumah-rumah penduduk hingga ke masyarakat pekerja rentan,” katanya.
Lebih lanjut, Saidah mengungkapkan untuk memastikan mutu dan kualitas, BAZNAS memberdayakan para petani lokal, sehingga bisa memberikan pemerataan ekonomi dan beras yang dihasilkan pun terjamin.
Baca juga : Baznas (Bazis) DKI Santuni 2.850 Yatim dan Duafa Senilai Rp5,9 Miliar
“Dalam menyukseskan program pengadaan beras zakat fitrah 1445 H, BAZNAS RI memberdayakan para petani lokal, sehingga dapat memberikan kesejahteraan yang merata di tengah masyarakat,” jelasnya.
Saida berharap pendistribusian zakat fitrah dapat memberikan manfaat dan berkah bagi penerima manfaat dan penyempurna amalan ibadah di bulan yang penuh berkah ini.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah kita dalam berbagi rezeki dan memberikan kemudahan serta keberkahan dalam setiap amal kebaikan yang kita lakukan," harapnya,” ungkapnya.
Baca juga : Gerakan Cinta Zakat Bantu Pemerintah Turunkan Angka Kemiskinan
Kendati demikian, sebagai badan zakat publik saat ini Baznas selalu menyeleksi penerimaan dana zakat dengan lebih ketat sesuai dengan perkembangan terkini. Dikatakan Ahmad bahwa pihaknya tidak menerima zakat dari McDonald’s lantaran ingin menjaga ketentraman masyarakat khususnya para pemberi zakat.
“Pada intinya kan Baznas tidak menghalangi orang untuk berbuat kebaikan, siapapun yang memberikan bantuan dan zakat ke Baznas pasti akan kita terima tapi kalau ternyata itu meresahkan masyarakat maka kita tidak akan kami terima khusus untuk McDonald's karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelasnya.
“Kami terus berkomunikasi dengan McDonald's, mereka memahami posisi Baznas karena kita ini lembaga masyarakat. Sehingga kami tidak bisa menerima dana zakat mereka sekitar satu milyar rupiah,” lanjutnya.
Meskipun Baznas tak menerima dana zakat dari berbagai lembaga atau perusahaan yang berafiliasi dengan produk Israel, Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi secara baik dengan berbagai lembaga tersebut agar tak menimbulkan kegaduhan dan salah paham.
“Kita sudah mulai menyeleksi pemberi zakat karena dari MUI belum ada daftarnya, tapi mulai hari ini kita selalu berhati-hati. Kita betul-betul akan melihat jika penyumbang adalah lembaga atau perusahaan yang berafiliasi dengan produk-produk Israel kita memilih untuk menyarankan mereka agar disalurkan ke lembaga zakat lainnya,” ungkapnya. (Z-8)
Baznas memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.
Bantuan ini merupakan simbol solidaritas dan penguatan ukhuwah antarwilayah dalam membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Baznas telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak hari pertama bencana melanda Provinsi Aceh dan Sumatra.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Dampak bencana di wilayah Sumatra bersifat luas dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Selama kemiskinan terus diperlakukan sebagai objek visual dan emosional, upaya untuk memahaminya secara utuh akan selalu terhambat.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Capaian ini diraih berkat keberhasilan Kabupaten Bekasi menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,44% dan menekan tingkat kedalaman kemiskinan hingga 0,26%.
PEMERINTAH dinilai perlu mendorong pembiayaan ultramikro lebih masif agar menjadi bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan.
Riset terbaru mencatat capaian signifikan dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved