Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Padjadjaran, Kamis (4/4), mengumumkan temuan penting dari disertasi yang mengeksplorasi keberhasilan kepolisian dalam menghadapi tantangan pandemi covid-19. Disertasi berjudul "Evaluasi Kebijakan Operasi Aman Nusa II dalam Penanganan Covid-19 oleh Polrestabes Bandung," karya Kombes Pol Yade Setiawan Ujung itu menyoroti peran kritis Polri dalam mengimplementasikan strategi efektif yang mengintegrasikan keamanan dan kesehatan publik.
"Operasi Aman Nusa II menjadi studi kasus utama yang memperlihatkan bagaimana kepolisian, dengan sumber daya dan kapasitasnya, berkontribusi signifikan terhadap penanganan krisis kesehatan publik," ujar Kombes Pol Yade Setiawan Ujung.
Disertasi ini mengungkapkan, kesuksesan operasi tidak hanya bergantung pada tindakan preventif dan penegakan hukum tetapi juga pada inisiatif kesehatan publik yang dijalankan kepolisian.
Baca juga : Kemarin, 607 Kendaraan yang Nekat Mudik Harus Putar Balik
Kombes Pol Yade Setiawan Ujung, melalui penelitiannya, menunjukkan bahwa integrasi pendekatan health security dalam strategi kepolisian telah membantu memperkuat respons nasional terhadap pandemi.
"Analisis ini menawarkan wawasan berharga tentang pentingnya kerja sama antarsektor dan koordinasi yang efektif antara lembaga pemerintah dan nonpemerintah dalam menghadapi krisis kesehatan," ungkapnya.
Salah satu temuan penting dari disertasi ini adalah rekomendasi untuk memperkuat kapasitas kepolisian dalam merespon ancaman kesehatan di masa depan, termasuk pengembangan mekanisme koordinasi yang lebih baik dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan.
Baca juga : Pembubaran Kerumuman tidak Langgar HAM
Ini menandai langkah signifikan dalam pemikiran kebijakan publik, di mana keamanan dan kesehatan publik tidak dipandang sebagai entitas terpisah tetapi sebagai komponen yang saling terintegrasi dalam strategi keamanan nasional.
Pada 4 April 2024, Kombes Pol Yade Setiawan Ujung berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para guru besar Universitas Padjadjaran, meraih gelar doktor dengan predikat cum laude.
Prestasi ini tidak hanya merupakan pengakuan atas keunggulan akademik tetapi juga kontribusinya yang signifikan terhadap pengembangan strategi keamanan dan kesehatan publik di Indonesia.
Universitas Padjadjaran mengakui pentingnya penelitian ini dalam mendorong diskusi dan inovasi lebih lanjut dalam kebijakan dan praktik kepolisian, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti pandemi. Ini merupakan contoh nyata dari bagaimana penelitian akademik dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan strategi keamanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Z-1)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved