Headline
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Institut Pariwisata Trisakti (IPT) berkolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah III menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendampingan Penyusunan Proposal PPK Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2024. Kolaborasi itu dilakukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif, kolaboratif, dan berkarakter unggul.
Kegiatan sosialisasi itu dibuka dengan sambutan Rektor IPT, Fetty Asmaniati. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas tersenggaranya acara tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa IPT telah berpartisipasi dalam PPK Ormawa sejak 2020.
"Pada 2023 merupakan salah satu prestasi karena ada peningkatan jumlah peserta yang lolos, yakni tiga tim," ujar Fetty.
Baca juga : Institut Pariwisata Trisakti Raih Prestasi Perguruan Tinggi Swasta Bentuk Institut 2023
IPT juga meraih beberapa penghargaan Abdi Daya, yaitu terbaik ketiga kategori tim dengan keberlanjutan tinggi, terbaik ketiga kategori Ormawa dengan konektivitas desa terkuat, dan terbaik kedua kategori mitra dengan dukungan paling strategis yaitu Kepala Desa Cibeber, Asep Anwar Sadad.
Dalam proses seleksi, tim IPT melakukan segala upaya untuk mencapai hasil maksimal, seperti observasi, visitasi, hingga MoU dengan pemerintah yang akan menjadi mitra PPK Ormawa.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah III Toni Toharuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi perwakilan dari pengelola kemahasiswaan yang telah hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pendampingan Penyusunan Proposal PPK Ormawa 2024 oleh LLDIKTI Wilayah III.
Baca juga : Presiden Ajak Perguruan Tinggi Siapkan SDM Unggul, Hadapi Bonus Demografi
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama PPK Ormawa adalah untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam rangka memperkuat kapasitas Ormawa agar mampu menjadi organisasi yang kompeten, modern dan berkarakter serta cinta terhadap tanah air kita” Tambahnya.
Program PPK Ormawa ini merupakan sebuah implementasi MBKM guna menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa kepada masyarakat melalui tahapan seleksi yang dilakukan oleh Direktorat Belmawa yang akan memberikan pendanaan untuk seluruh program yang memiliki dampak positif kepada masyarakat” terangnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bapak Tri Munanto selaku Ketua Tim Kerja Belmawa dan Prestasi LLDIKTI Wilayah III yang menyampaikan tanggapannya terkait kegiatan ini.
Baca juga : PT KPI Raih Penghargaan HR Tech Festival Asia 2023
“DKI Jakarta itu wilayahnya tidak luas dan perkotaan. Kalaupun keluar, dibatasi wilayahnya sekitar 200 kilometer dari domisili kampus. Hal itu yang membuat pelaksanaan program ini menjadi sulit dalam mencari mitra. Namun Institut Pariwisata Trisakti menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang mampu meloloskan 3 tim pada PPK Ormawa 2023, dan ini patut dijadikan acuan oleh Perguruan Tinggi lainnya” Ujar Tri Munanto.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 110 peserta yang terdiri dari berbagai Perguruan Tinggi sukses terselenggara dengan diisi oleh beberapa narasumber, yakni Bapak Dr. Ujang Suwarna,S.Hut.,M.Sc dan Ibu Ir. Mintarti, M.Si. Sesi tanya jawab berlangsung cukup aktif, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan kedepannya dapat mewujudkan sumber daya manusia yang kompetitif, kolaboratif, dan berkarakter unggul. Serta diharapkan Institut Pariwisata Trisakti dapat terus menjadi acuan bagi Perguruan Tinggi lainnya untuk memaksimalkan upayanya dalam kegiatan PPK Ormawa selanjutnya.
Rektor UII mengingatkan kalangan mahasiswa agar selalu menjaga integritas akademik. Dunia pendidikan, ujarnya, merupakan bisnis kejujuran.
INSTITUSI pendidikan harus terus mendukung untuk tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) dengan berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan berbasis pada aksi nyata.
Setelah melewati babak penjurian yang sengit, keempat tim tersebut berhak mendapatkan pendanaan untuk menjalankan program pengabdian berdasarkan proposal mereka.
Di era transformasi digital yang menuntut adaptasi cepat dalam dunia pendidikan, kehadiran sistem pembelajaran yang fleksibel dan dapat diakses dari mana saja menjadi kebutuhan mendesak.
INDONESIA mencatat lonjakan peringkat perguruan tinggi dalam QS World University Ranking sebesar 46 persen tahun ini.
Dari total 17,9 juta penyandang disabilitas hanya 2,8%-nya yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan hasil survei pada karyawan terpilih serta presentasi direksi.
Program Sinergi Mengajar terbukti mampu menjawab isu-isu ketenagakerjaan yang sebelumnya cukup dominan di area tersebut.
Kesiapan SDM menjadi pilar utama dalam menjaga daya saing industri manufaktur Indonesia khususnya di tengah dinamika global yang tak menentu.
Perkembangan ekonomi digital nasional, khususnya di sektor jasa keuangan, perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan talenta-talenta digital yang terlibat di dalamnya.
LPP PHI dan STIAMI menjalin kerja sama pengembangan pendidikan. Hal ini mengingat tingginya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan profesional di sektor perhotelan dan wisata.
KAMPUS berperan penting dalam mencetak lulusan yang berdaya saing. Karena itu, kemampuan berwirausaha dan profesionalisme harus ditanamkan pada mahasiswa sejak awal jenjang kuliah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved