Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEHATAN pencernaan anak memainkan peran kunci dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal, karena sekitar 70% dari sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh kesehatan pencernaan. Hal itu dikatakan Ahli Gizi Esti Nurwanti.
Esti., Senin (19/2), mengatakan pencernaan yang sehat berarti penyerapan gizi makro dan mikro yang baik menjadi lebih efisien.
Namun, jika pencernaan tidak optimal, penyerapan nutrisi menjadi terganggu dan pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan anak.
Baca juga : Waspada! Polusi Udara Ancam Tumbuh Kembang Anak
"Kalo zat gizi makro yang kita tau yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan zat gizi mikro vitamin dan mineral. Kalo pencernaannya tidak sehat itu semua tidak terserap dengan baik, jadi boro-boro bisa meningkatkan kesehatan, tinggi yang optimal, berat badan sesuai dengan usianya kalo pencernaan tidak baik," kata Esti.
Oleh karena itu, menurut Ahli Gizi lulusan Universitas Gajah Mada tersebut penting bagi orangtua untuk memilih produk yang diperkaya dengan zat gizi baik yang mendukung kesehatan pencernaan anak.
Selain itu, memiliki sistem pencernaan yang sehat juga dapat memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap penyakit.
Baca juga : Tidak Semua Susu Sama, Empat Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pilih Susu Anak
Saat sistem pencernaan anak sehat, tubuhnya lebih mampu melawan bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.
Sebaliknya, jika anak sedang sakit, pertumbuhan dan perkembangannya dapat terhambat karena tubuhnya akan memprioritaskan untuk melawan infeksi.
Terlebih juga karena sistem pencernaan anak belum sepenuhnya berkembang, sehingga cenderung rentan terhadap gangguan pencernaan.
Baca juga : Orangtua Diingatkan Pantau Tumbuh Kembang Anak untuk Deteksi Dini Diabetes
"Memang 70% imun dipengaruhi sistem cerna karena dengan memiliki pencernaan yang sehat juga tentunya bisa memperkuat daya tahan tubuh, jadi anak gabisa sakit. Kalau anak sedang sakit itu tumbuh kembang tidak optimal, karena tubuh akan memprioritaskan untuk melawan bakteri pantogen ya (bakteri yang dapat menimbulkan penyakit), jadi ga optimal untuk tumbuh kembang gitu," ujar Esti.
Dengan memperhatikan pentingnya menjaga kesehatan pencernaan anak, kita dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Dukungan terhadap pencernaan yang sehat dengan memilih produk yang tepat dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan anak dan memastikan bahwa mereka dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang yang baik. (Ant/Z-1)
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved