Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mengatakan temulawak menjadi salah satu solusi mencegah stunting pada anak karena berkhasiat menambah nafsu makan.
"Manfaat spesifik temulawak pada anak meningkatkan nafsu makan. Dengan nafsu makan baik berharap berat badan normal, tumbuh kembang dan tinggi badan normal sehingga bisa mencegah stunting akibat berat badan kurang," ucap Inggrid, dikutip Senin (18/12).
Stunting, kata Inggrid, merupakan gangguan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan akibat kekurangan nutrisi yang sifatnya kronis dan infeksi berulang pada anak sehingga anak gagal tumbuh dan terjadi weight faltering berat badan tidak naik.
Baca juga: UNESCO Menetapkan Jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia
Salah satu faktor risiko stunting adalah kurangnya nafsu makan pada anak. Temulawak dinilai bisa mengatasi faktor risiko tersebut karena bersifat koleretik, yaitu bisa mempercepat pelepasan empedu yang mengaktifkan enzim pencernaan.
Senyawa curcuminoid dalam temulawak juga dapat mempercepat pengosongan lambung dan melancarkan penyerapan dan pencernaan lemak di usus sehingga mengaktifkan hormon yang bekerja dan meningkatkan nafsu makan anak.
Diharapkan dengan mengonsumsi temulawak, nafsu makan anak bertambah sehingga tubuh mendapatkan nutrisi dan gizi seimbang untuk mencegah stunting
Baca juga: Meski Kerap Dianggap Gulma, Meniran Bermanfaat Tingkatkan Imunitas
"Temulawak memicu nafsu makan karena sifat koleretik mempercepat pengosongan lambung dan terminatif, jadi, gas cepat keluar dan membantu kesehatan sistem cerna," kata Inggrid.
Kandidat Doktor Filsafat Ilmu Pengobatan Tradisional Indonesia itu mengatakan temulawak secara tradisional sudah digunakan untuk jamu dengan cara memarut, memeras dan merebusnya untuk menyaring bahan zat aktif berguna yang ada di temulawak.
Selain menambah nafsu makan baik untuk anak maupun dewasa, manfaat lain dari temulawak yang terkenal adalah untuk memelihara fungsi hati dalam melakukan fungsi detoks.
Temulawak, dengan nama latin Curcuma xanthorrhiza, juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga daya tahan tubuh atau imunitas yang menjadi pilihan masyarakat saat pandemi covid-19 tiga tahun lalu.
Temulawak mengandung xanthorrizol yang mengandung minyak atsiri dan curcuminoid yang menimbulkan khasiat antioksidan, anti peradangan, meningkatkan sistem imun atau imunomodulator.
Zat itu juga bisa menurunkan lemak darah, kolesterol jahat serta meningkatkan kolesterol baik dan antikanker.
"Saat pandemi covid-19, masyarakat Indonesia di antaranya memanfaatkan jamu temulawak untuk mengobati influenza dan penelitian membuktikan temulawak membantu regulasi sistem imun sehingga lebih cepat sembuh terutama penyakit infeksi virus," ucap praktisi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri farmasi membuat ekstraksi temulawak bisa dilakukan dengan cara modern dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga masyarakat lebih mudah memanfaatkan khasiat dari temulawak. (Ant/Z-1)
Memasuki puncak musim hujan, ancaman penyakit influenza dan penurunan daya tahan tubuh meningkat drastis. Bumbu dapur bisa menangkalnya.
Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menegaskan keberadaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bukan untuk membatasi atau melarang para pelaku usaha di bidang obat tradisional.
PADA semester I 2025, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung masih menemukan obat bahan alam (OBA) atau obat herbal yang mengandung bahan kimia obat di pasaran.
Kandungan zat bioaktif dalam jahe emprit seperti gingerol dan minyak atsiri sangat tinggi, menjadikannya unggul untuk pengolahan obat tradisional dan jamu.
Lebih dari 15 jenis tanaman herbal Indonesia telah ditanam di greenhouse tersebut, antara lain jahe merah, jahe gajah, kunyit, pohon bidara, pohon katuk, serai wangi, saga, dan tapak dara.
Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR., dikenal sebagai pakar yang menekuni penelitian obat-obat tradisional untuk penerapannya dalam dunia medis modern.
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Katarak saat ini menjadi penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia, seperti juga di Manggarai Barat.
Jamu yang ditampilkan termasuk jamu beras kencur dan kunyit asam. Para tamu undanganpun dapat menikmati secara langsung aneka jamu tradisional Indonesia tersebut.
Pentingnya literasi jamu agar masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai konsumsi kesehatan, tetapi juga sebagai identitas budaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved