Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka percepatan penurunan angka stunting, Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan agar para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung untuk menjadi ayah atau ibu angkat dari anak pengidap stunting dan ibu hamil.
Untuk itu dalam Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting di Pondok Pesantren (Pontren) Sa'adatuddaroin, Kecamatan Solokanjeruk, Minggu (26/11), Bupati Bandung meminta kerja sama dari semua pihak terutama para kepala desa, terksit data yang sangat dibutuhkan kira-kira ada berapa titik lokus by names by address di masing-masing desa, terkait kondisi anak stunting dan ibu hamil.
"Harus ada bapak angkat dan juga ibu angkat dari anak pengidap stunting maupun ibu hamil. Maka kita akan bagi habis jumlah ASN Kabupaten Bandung sebanyak 18 ribu ASN yang insya Allah kita akan instruksikan untuk bisa menjadi ayah atau ibu angkat akan dalam rangka penanganan stunting," tandas Bupati Dadang Supriatna.
Baca juga: Bantu Pemerintah Atasi Stunting, PT SNJ Gagas Program Aksinasi
Tidak menutup kemungkinan, imbuh bupati, para kepala desa pun akan diminta untuk menjadi ayah angkat dalam menurunkan stunting.
Saat ini upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung terus diupayakan. Salah satunya dengan menambah anggaran stunting pada APBD 2024. Apabila anggaran dari APBD tidak mencukupi untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung, harus ada solusi lain.
“Intinya, kalau misalnya APBD kita sudah ketok palu dan ternyata tidak mencukupi, saya meminta kesadaran kepada para ASN untuk menjadi bapak atau ibu angkat untuk memberikan gizi.Tapi titik sasarannya jelas,” tandasnya.
Baca juga: Damai Putra Group Gelar Peduli Cegah Stunting di Kelurahan Setia Asih Bekasi
Bupati Bedas menyebut untuk menjadi ayah angkat ini perharinya diperlukan biaya sekitar Rp21 ribu selama 120 hari untuk ibu hamil. Sementara untuk yang bayi baru lahir sekitar Rp16.500 per hari selama 56 hari.
"Nah, sehingga nanti kita tawarkan kepada para ASN mau mengambil untuk ibu hamilnya atau bayi baru lahirnya untuk menjadi bapak atau ibu angkat," jelas Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.
Kalau langkah ini dilakukan, ia optimistis, angka stunting di Kabupaten Bandung ini akan segera menurun. "Saya yakin dengan kerja sama kolaborasi angka Stunting Kabupaten Bandung akan selesai dengan baik," ucapnya.
Baca juga: Forum Menuju Indonesia Emas 2045 Bahas Dampak Polusi Udara Terhadap Stunting
Adanya wacana ASN diangkat menjadi ayah atau ibu angkat digulirkan Bupati Bedas mengingat penurunan stunting sebenarnya adalah kewajiban sosial masyarakat secara umum. Apa bila program ini jalan, kemungkinan penurunan stunting akan terus menurun, karena dikeroyok oleh banyak orang dan banyak pihak.
Pada tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung mencapai 31%, pada tahun 2022 turun menjadi 25%. Bupati Bedas menargetkan, pada 2024 prevalensi stunting bisa ditekan lagi turun hingga 16%.
“Kalau program ayah atau ibu angkat stunting sukses, saya optimis bisa terjadi penurunan minimal di sekitar 10%. Kalau misalnya ini lebih fokus lagi, saya yakin bisa zero stunting tahun depan,” tandas bupati. (RO/S-3)
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Kabupaten Bandung juga mempertahankan predikat zero corruption berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI)
Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung telah menyiapkan beberapa solusi untuk menyelesaikan banjir di Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot,
Bukan hanya perumahan yang baru mengajukan izin, tetapi juga proyek yang sudah berjalan, namun belum memenuhi kewajibannya akan turut dievaluasi.
Pencarian korban dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPDD, PMI dan relawan .
BANJIR besar melanda wilayah Kabupaten Bandung, sejak Kamis (4/12) hingga Jumat (5/12). Bencana tersebut melanda 8 kecamatan.
Gizi buruk melemahkan pertumbuhannya dan bibir sumbing memahat cerita sunyi yang tak bisa ia sampaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved