Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Biro Hukum Pembinaan dan pembelaan Anggota (BHP2A) PB IDI Dr Dewa Nyoman Sutayana mengatakan informasi dan data dokter saat ini sangat mudah diakses oleh masyarakat sehingga timbul kasus pemalsuan ijazah dokter di PT Pelido Husada Citra (PHC) di Surabaya Jawa Timur.
"Sangat mudah dan dapat diakses oleh siapapun tinggal akses internet bisa dilihat siapapun. Tujuan sebenarnya adalah memberikan informasi agar masyarakat lebih waspada terutama penanganan awal sebelum pemeriksaan dokter," kata Dewa dalam konferensi pers secara daring, Kamis (14/9).
Sayangnya dimanfaatkan untuk pemalsuan data ijazah agar bisa menjadi dokter gadungan atau dokteroid. dr Dewa menyebut bahwa sebenarnya sistem saat ini sudah berlapis-lapis untuk mencegah terjadinya kasus praktik dokteroid.
Baca juga: Umika dan STIE Tribuana Minta Bukti dan Data Terkait Tuduhan Jual Beli Ijazah, Ini Kata Dikti-Ristek
"Artinya tidak mudah seseorang bisa masuk dalam fasilitas kesehatan kemudian bisa berpraktik karena ada proses kredensial sehingga sempit celahnya. Dalam kasus itu disebutkan bahwa proses kredensial yang biasa dilakukan tatap muka cuman karena pandemi jadi dilakukan secara daring," ujar dia.
Sebelumnya, Susanto yang merupakan lulusan SMA memalsukan data menggunakan ijazah korban dr Anggi asal Kabupaten Bandung agar bisa menjadi dokter gadungan/ dokteroid. Aksinya tersebut sampai bisa bekerja di klinik K3 PT Pelido Husada Citra (PHC) di Surabaya Jawa Timur selama 2 tahun. Ketika di persidangan ternyata aksi menjadi dokteroid sudah dilakukannya sejak 2006 di berbagai rumah sakit.
Terpisah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan kasus pemalsuan ijazah tersebut pihaknya belum mendapatkan informasi lebih rinci.
"Namun sebenarnya seharusnya pada kontrak pertama proses kredensial dari komite medik untuk membentuk tenaga medis tadi kompetensinya sesuai dengan yang dibutuhkan, dan proses kredensial ini harus dilakukan komite medik untuk mencari informasi," ujar Nadia.
Sehingga tahap perpanjangan ada proses pengecekan berkali-kali pada bagian kredensial. Ketika pengecekkan pada akhirnya dapat ditemukan permasalahan ini
"Setiap rumah sakit pasti punya hospital by law dan fungsi tata kelola yang harus dilakukan, tentu pembinaan mengingatkan akan terus dilakukan bersama juga dinkes provinsi hingga kabupaten/kota," ujar dia. (Iam/Z-7)
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
Akankah trio Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifa akhirnya ditinggalkan sendirian melawan Jokowi di medan hukum?
Laporan Partai Demokrat tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Demokrat menyatakan keberatan mendalam karena merasa dirugikan secara institusi maupun nama baik tokoh sentral partai.
Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan bahwa ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan sah dan autentik.
Kepolisian mempersilakan pihak tersangka untuk menempuh jalur hukum jika merasa keberatan dengan putusan tersebut.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Selain jumlah, persoalan lain yang disoroti adalah distribusi dokter yang belum merata. Ia menyebut sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa.
Polda Metro Jaya menetapkan dr. Richard Lee sebagai tersangka kasus perlindungan konsumen atas laporan Dokter Detektif (Doktif).
Kemenkes melepas ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan bantu penanganan bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Tempat praktik yang digunakan bukan merupakan aset pribadi, melainkan unit yang disewa secara harian maupun mingguan.
Universitas itu nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan dokter, tetapi menaungi berbagai disiplin ilmu kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved