Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama kasus bullying/perundungan di lingkup dokter atau perundungan terhadap peserta Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) diharapkan tidak digeneralisir.
Kasus perundungan jika ditelusuri lebih baik di lingkup kedokteran atau di mana pun pasti akan ditemukan.
"Kalau ada kejadian yang diangkat ke publik maka di profesi mana pun ada oknum-oknum dan kejadian tertentu. Tentu tidak tepat kalau semuanya digeneralisir. Semua dokter spesialis yang sekarang bekerja di Indonesia tadinya adalah PPDS, dan sekarang bekerja baik, termasuk waktu covid-19," ungkap Prof Tjandra saat dihubungi, Jumat (18/8).
Baca juga: Perundungan Terbukti, Tiga Pimpinan RS Pemerintah Dijatuhi Sanksi
Dokter spesialis paru tersebut menceritakan bahwa sejak dirinya menjadi PPDS 40 tahun yang lalu hubungan senior dan junior sama tidak ada yang berubah dan masih sama seperti saat ini.
"Apalagi sumpah dokter menyebutkan bahwa menganggap teman sejawat sebagai saudara kandung. Sampai sekarang pun sesama dokter spesialis maka hubungannya dekat satu dengan lainnya," kata Prof Tjandra.
Baca juga: RSCM Sempurnakan Sistem Pengawasan Usai Ditegur karena Perundungan
Atas dasar tersebut ia menekankan bahwa bila ditemukannya perundungan maka itu hanya dokter dan tidak iya yakin bahwa mayoritas rumah sakit tidak terjadi perundungan. (Iam)
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
Data UPT PPA DKI Jakarta menunjukkan, hingga 19 Desember 2025 terdapat 2.182 pengaduan. Kekerasan psikis menempati urutan tertinggi dengan 1.059 kasus.
ALIANSI Peduli Anak Indonesia mendesak diwujudkannya sekolah yang aman bagi anak dan bebas dari bullying atau perundungan. Hal itu disuarakan melalui aksi damai dan teatrikal.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Rano Karno mengungkap pengalaman bullying dan hidup susah di masa kecil yang justru memacunya hingga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
KETUA Kolegium Ilmu Penyakit Dalam PAPDI, Rudy Hidayat, mengatakan kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam saat ini adalah bukan pada produksi.
PENASIHAT Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, menyoroti masih terjadinya ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Kemenkes mencatat masih banyak rumah sakit daerah yang belum memenuhi ketersediaan tujuh dokter spesialis dasar. Saat ini, baru sekitar 74 persen dari total 614 rumah sakit
PRESIDEN Prabowo Subianto menginstruksikan agar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar memprioritaskan beasiswa kepada mahasiswa kedokteran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved