Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT pertama kali anak masuk sekolah tidak sedikit membuat para orangtua khawatir dan dihantui beragam pikiran negatif.
Sebenarnya apa yang dialami orangtua masih dalam kondisi wajar dengan rasa khawatir saat anaknya pertama masuk sekolah.
Bersamaan dengan peringatan Hari Anak yang jatuh pada 23 Juli, Mothercare berkolaborasi dengan Skip Hop menggelar acara momen 'Back to School' yang didukung dengan rangkaian produk kotak makan bento Skip Hop di Jakarta, baru-baru ini.
Baca juga: Kiat Menyiapkan Anak Jelang Hari Pertama Masuk PAUD
Senior Vice President for Baby, Kids & Toy Brands in Kanmo Group, Vasudev Kataria, mengungkapkan, “Kehadirannya selama lebih dari 60 tahun secara global, Mothercare menyediakan semua perlengkapan si kecil dari newborn hingga usia 8 tahun, bahkan keperluan si kecil untuk pertama kali atau kembali ke sekolah."
"Mulai dari pakaian, tas sekolah, sepatu, tempat makan, tempat minum, dan masih banyak lagi untuk memudahkan para orang tua dalam mempersiapkan kebutuhan si kecil," kata Vasudev dalam keterangan, Senin (24/7).
Baca juga: Ayah Bunda, Yuk Dukung Pembentukan Kemampuan Fondasi pada Anak Usia Dini
"Lebih dari itu, demi memeriahkan momen yang tak bisa selalu diulang, seperti pertama kali masuk sekolah, menjelang hari anak nasional, Mothercare bekerja sama dengan Skip Hop membuat kompetisi Instagram Reels bertema lunch box preparation for you little one,” katanya.
Sempatkan Orangtua Dampingi Anak ke Sekolah
Dalam acara Mother Care, Back to School, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah, dr. Cynthia Rindang, Sp.A, menyampaikan,“Cara menjelaskan apa itu sekolah pada si kecil bisa dengan, bermain pura-pura atau pretend play tentang berbagai hal menarik yang akan dilakukan di sekolah nantinya."
"Sebaiknya, orang tua juga menyempatkan diri untuk membawa anak ke sekolah yang menjadi pilihan keluarga, agar anak lebih mempunyai gambaran tentang situasi sekolah," jelasnya.
Persiapan yang bisa orang tua lakukan di rumah sebelum tahun ajaran dimulai pun dapat diawali dengan, melatih perkembangan bahasa, motorik dan sensori.
Mulai Bangun Keterampilan Anak yang Sederhana
Perihal ini tentunya disesuaikan dengan usia anak, mulai dari membangun keterampilan sederhana seperti melepas dan memakai sepatu, membereskan isi tas, membawa tas sendiri, dan sebagainya yang sangat membantu anak untuk bisa lebih mandiri di sekolah.
Baca juga: Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
"Selain itu, kemampuan komunikasi dua arah dan bisa memahami perintah sederhana juga sebaiknya dimiliki oleh si kecil untuk dapat bisa mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan di sekolah,” jelasnya.
Bawa Bekal ke Sekolah dan Pilih Menu Kesukaan Anak
dr. Cynthia menambahkan,“Pentingnya orang tua membuat bekal sekolah dengan rasa yang lezat dan bernutrisi, namun jangan lupa untuk libatkan anak untuk memilih bekal yang akan dibawanya."
Menjadi lebih mudah jika sudah menyiapkan daftar menu mingguan sebelumnya setelah berdiskusi dengan anak, serta pastikan jenis makanan yang dibawakan sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang (tepat jenis, tepat jumlah, tepat jadwal).
Menu juga mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak (karbohidrat, protein, lemak, buah dan sayur, serta susu).
Beberapa contoh menu bekal simpel yang bisa orang tua siapkan saat anak pertama kali bersekolah, mulai dari nasi bento atau nasi goreng lengkap dengan lauknya, berbagai macam olahan pasta, maupun roti isi.
"Sedangkan, untuk anak picky eater, upayakan juga untuk membuat tampilan bekal menarik untuk makanan yang dibawakan dan disertai memberikan anak kesempatan untuk memilih piranti makan yang akan digunakan,” jelas dr.Cyntia.
Kotak Bekal Anak yang Menarik
Skip Hop, mengajak para orang tua mempersiapkan bekal pertama kali masuk sekolah atau bekal favorit anak yang kembali masuk sekolah dengan pilihan rangkaian kotak bekal bentonya.
Baca juga: Nutrisi yang Tepat Dukung Perkembangan Optimal Anak Hingga Pra-Sekolah
Bertemakan Zoo, Sports, maupun karakter lucu lainnya, Skip Hop memiliki kemasan porsi yang sempurna untuk anak-anak dengan kokoh.
Solusi makan siang lengkap, bahkan anak-anak pemilih dalam keluarga pun akan senang memakan bekal yang telah orang tua siapkan di dalam wadah yang terbagi dan terpisah dengan tutup.
" Segel yang aman membantu mencegah makanan berantakan atau hancur, dilengkapi kaitan penutup yang membuat anak mudah membuka atau menutup sendiri oleh tangan kecilnya," kata Vasudev.
Tak perlu khawatir, kontak makan bento Skip Hop aman untuk mesin cuci piring sehingga pembersihannya sangat mudah, bebas BPA, serta memiliki ukuran (inci): 8,4L x 2,62D x 6,86H; (cm): 21,33L x 6,65D x 17,42H.
Baca juga: Pemenuhan Nutrisi Bantu Tingkatkan Kecerdasan Anak
Aurelie Hermansyah, Public Figure menyampaikan, “Sejak menjadi seorang ibu, aku selalu menghargai setiap momen pertama anak aku, termasuk saat Ameena akan bersekolah."
"Mempersiapkan anak untuk menjalankan sebuah proses yang baru diperlukan support yang terbaik juga dari orang tua, karenanya aku suka diskusi bareng Atta untuk memilih mana yang baik untuk Ameena," terangnya.
"Contoh kecil aja ketika Ameena pertama kali kita ikuti kelas anak-anak, kita cari tempat yang bisa membuat Ameena nyaman, mulai dari lokasi, persiapan sebelum memulai kelasnya seperti tas, sepatu, tempat makan, tempat minum, aku cari yang lucu-lucu biar Ameena semakin semangat lagi," paparnya.
"Pas banget apa yang Ameena butuhkan semuanya tersedia di Mothercare, dan aku percayakan kotak makan bento Skip Hop, karena gambarnya lucu, awet, dan memudahkan Ameena juga kalau mau buka tutup bekalnya sendiri,” ucap Aurel. (RO/S-4)
Usia 58 tahun menjadi bukti perjalanan panjang dedikasi dan komitmen Labschool dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Wali Kota Tangerang menginstruksikan pembenahan total pada bangunan SD dan SMP Negeri agar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi.
Pihak sekolah perlu menerapkan pendekatan yang bersifat edukatif dan kontekstual agar kebijakan pembatasan gawai tidak dipandang negatif oleh peserta didik.
Gavin menjadi siswa pertama dari Indonesia yang berhasil meraih predikat Top In World di ujian Cambridge IGCSE.
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
PENDIDIKAN abad ke-21 menghadapi tantangan bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved