Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH Tinggi Bisnis Runata (STB Runata) dengan bangga mengumumkan peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Rusia, hasil dari kerja sama yang erat antara STB Runata dan Krasnoyarsk State Pedagogical University (KSPU).
Kedua perguruan tinggi ini menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian bersama, pengabdian masyarakat, dan kegiatan budaya.
Acara peresmian ini diadakan pada Kamis (13/7) sebagai tonggak penting dalam pengembangan pendidikan bahasa Rusia di Bali, Indonesia.
Baca juga: DeepL Atasi Keterbatasan Bahasa Lewat Penerjemahan Akurat Berbasis AI
"Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Rusia di STB Runata, didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang bahasa dan budaya Rusia," kata Maria Kholina selaku Rektor KSPU dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (13/7).
"Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Rusia jugamemperkaya kegiatan akademik dan budaya Rusia kepada masyarakat dunia. Proyek ini di support oleh pemerintah Federasi Rusia," kata Maria Kholina.
Para peserta kata Maria akan diberikan kesempatan untuk mempelajari bahasa Rusia dari para pengajar langsung dari Federasi Rusia yang berpengalaman dan berkualifikasi tinggi.
Baca juga: Puisi-puisi Natalya Gorbanevskay
"Tentunya dengan metode pengajaran yang modern dan interaktif yang diselenggarakan setiap hari Senin sampai dengan Jum’at di kampus STB Runata," ujar Maria.
Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Perwakilan dari kementrian luar negeri Federasi Rusia di Kota Krasnoyark, termasuk rektor dan wakil rektor KSPU, serta pendiri dan pembina Yayasan Runata Bapak Rudi Pranata Tjoa.
Bava juga: Bahasa Indonesia di Pusaran Peradaban Rusia
Para tokoh terkemuka dan perwakilan dari berbagai asosiasi, industri, UMKM, pimpinan perguruan tinggi, dan mitra STB Runata, serta tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang pendidikan dan budaya di Bali.
Menyambut kehadiran pusat pendidikan dan pelatihan Bahasa Rusia di STB Runata, sambutan bergilir disampaikan oleh perwakilan dari Menteri Pendidikan Federasi Rusia, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, LLDikti Wilayah 8 yang diwakili Kepala Bidang Kemahasiswaan, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, charge d’affaires Federasi Rusia di Indonesia, serta perwakilan dari kementerian luar negeri Federasi Rusia di Kota Krasnoyark.
Baca juga: Badan Bahasa: Pembelajaran Bahasa Asing Sejak Dini Terlalu Berlebihan
Acara ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti sambutan dari para pemimpin institusi, pemotongan pita yang dilakukan oleh Ibu Lusia Vreyda Adveni selaku Ketua STB Runata bersama dengan Nina Ilina selaku Wakil Rektor KSPU.
Lusia Vreyda Adveni, Ketua STB Runata, mengatakan, "Kami sangat bangga atas kerjas ama dengan KSPU. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Rusia ini akan menjadi pusat keunggulan dalam memperkenalkan dan mengajar bahasa dan budaya Rusia kepada masyarakat dan menjadi pertukaran budaya antara Rusia dan Indonesia."
"Kami berharap pusat ini dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan budaya dan akademik antara Federasi Rusia dan Indonesia khususnya manfaat bagi masyarakat Bali," ujar Lusia.
Baca juga: Rusia Diminta Jadi Mitra ASEAN dalam Ketahanan Pangan
Dalam acara peresmian ini, juga diumumkan bahwa Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Rusia akan menyediakan berbagai program belajar bahasa Rusia, mulai dari kursus intensif hingga program khusus untuk pengajar maupun dosen.
Tawarkan Metode Fleksibel
Program ini akan menawarkan metode pengajaran yang fleksibel, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal peserta.
Para peserta akan mendapatkan kesempatan unik untuk memperdalam pemahaman mereka tentang bahasa dan budaya Federasi Rusia, yang akan memberikan keuntungan berharga di dunia pendidikan dan karir mereka.
Peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Federasi Rusia ini menandai langkah penting dalam kerjasama antara STB Runata dan KSPU.
"Kami berharap kerja sama ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat. Saat ini program pembelajaran bahasa Rusia di kampus STB Runata bersifat gratis, dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat," jelas Rusia. (RO/S-4)
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved