Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, kebanyakan orangtua lebih banyak mengutamakan pembelajaran bahasa asing kepada anaknya sedari dini. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Abdul Khak menilai bahwa hal ini sangat berhubungan dengan sikap bahasa penuturnya, dalam hal ini sikap bahasa orangtua.
Dia menambahkan, sikap bahasa memang sangat pragmatis, dalam artian sesuatu yang memang berhubungan dengan kebutuhan hidupnya.
"Dalam hal ini orangtua berpikir bahwa dengan segera menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris, si anak akan segera dapat menaklukkan dunia. Sikap ini menurut saya berlebihan," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (26/3).
Baca juga: Jusuf Kalla Minta Masjid Jaga Volume Pengeras Suara
Baca juga: Batasi Minum Kopi Jika Anda Berisiko Glaukoma
Lebih lanjut, Abdul Khak menambahkan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah sebaiknya diajarkan pada pada jenjang PAUD, SD, dan SMP sehingga mereka akan menjadi manusia Indonesia yang utuh.
"Hal ini disebabkan ada banyak nilai keindonesiaan dan kearifan lokal dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah," tegas Abdul Khak.
Selain itu, pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah saat ini juga dikatakan lebih ditekankan pada kemahiran berbahasa. Hal ini dilakukan agar siswa dapar menguasai bahasa Indonesia dalam berbagai situasi atau ranah pemakaian.
"Oleh karena itu, materi yang diberikan lebih banyak berbasis teks, sedangkan materi tentang tata bahasa porsinya lebih kecil," tuturnya.
Sementara itu, Abdul Khak menekankan bahwa anak-anak dapat dikenalkan bahasa asing mulai SMP dan diperdalam di SMA. Menurutnya, jenjang pendidikan ini belum terlambat karena kebutuhan akan penguasaan bahasa asing itu terutama nanti ketika anak-anak kuliah, yang referensi mata kuliahnya banyak ditulis dalam bahasa asing. (H-2)
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
JSTO berhasil menarik perhatian yang luar biasa, dengan total 3.767 peserta dari 1.904 sekolah di seluruh penjuru Indonesia.
Turnamen bola basket antaralumni SMP ini dibagi dalam dua kelompok umur (KU) yaitu KU 40+ dan KU 50+. Turnamen ini diikuti oleh 18 tim peserta dari 14 Alumni SMP se-DKI Jakarta.
Melalui unggahan Instagram pribadinya pada Rabu (28/8), Go Min Si membantah keras pernah melakukan kekerasan saat duduk di bangku SMP.
Gedung Sekolah SD Mia Meambo dan SMP Mia Pande yang luas akan dijadikan pusat vokasi di daerah, seperti tempat kursus dan pelatihan.
Tania mendorong Dinas Pendidikan mengevaluasi menyeluruh terkait kebijakan sekolah gratis. Terutama dalam pengembangan strategi yang lebih inklusif.
Rata-rata bangunan sekolah sudah mengalami kerusakan sejak 3 hingga 5 tahun terakhir dan baru sekarang mendapatkan perhatian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved