Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TANOTO Foundation resmi meluncurkan buku Stunting-Pedia yang ditulis oleh para pakar dan didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan BKKBN.
Buku tersebut merupakan bahan referensi bagi pemerintah daerah dan pembuat program di lapangan untuk memahami secera menyeluruh tentang stunting dan tata cara penanganannya.
Dalam peluncuran yang dilaksanakan pada Senin (4/7), Country Head of Tanoto Foundation Inge Sanitasia Kusuma menyerahkan buku Stunting-pedia kepada drg. Agus Suprapto selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan juga Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G. (K), dan Bupati Banyuasin Askolani.
Baca juga: Tanoto Foundation Terbitkan Buku Stunting-pedia untuk Tekan Angka Stunting
Rencananya versi fisik akan dikirimkan ke pemerintah daerah di 514 kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. Selain itu juga tersedia dana versi digital dan dapat diunduh secara gratis di laman SIGAP di sigap.tanotofoundation.org.
Percepat Penurunan Angka Stunting
Dalam sambutannya, Agus Suprapto menyampaikan pesan Menko PMK Muhadjir Effendy terkait upaya untuk mempercepat penurunan stunting hingga 14% di 2024.
Hal itu sesuai dengan arahan dan sentilan Presiden Jokowi terakhir yang berharap semua pihak terkait menggunakan biaya-biaya terkait stunting tepat pada subyeknya.
Baca juga: Tanoto Foundation Bersama Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi Peduli Pendidikan Dasar dan Masalah Stunting
"Mempunyai porsi yang lebih banyak, tepat pada sasaran. Itu yang harus dilaksanakan juga," ujar Agus dalam acara Evaluasi Capaian Semester 1 Tahun 2023 dan Praktik Baik Percepatan Penurunan Stunting Daerah, Senin (4/7).
"Kuasai datanya di lapangan, by name by address. Kita tidak akan pernah menang kalau kita tidak bisa memahami siapa subyek kita," lanjut Agus.
Agus menyampaikan apresiasi lantaran telah dilakukan road sudaring untuk semua provinsi. Dia berharap hal itu ditindaklanjuti karena hal itu sudah disampaikan kepada Presiden.
Baca juga: Penerima Beasiswa Tanoto Foundation Diterima Kerja setelah Lulus
Selanjutnya, juga harus berdayakan semua sektor dengan konsep pentahelix. Sebab upaya mempercepat penurunan stunting tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua sektor termasuk universitas.
"Kita harus lebih bisa mendeteksi ke hulu. Bicara stunting bukan bicara yang sudah lahir yang sudah panjang badannya tetapi justru siapa remaja kita, catin kita yang risiko stunting. Selama kita tidak menyelesaikan masalah itu kita tidak bisa dan masalah stunting tidak akan selesai-selesai," tegasnya.
Agus pun meminta semua pihak untuk optimis mengejar target 14% di 2024. "Semua diawali dengan optimisme, 3,8% target kita per tahun saat ini saya kira bukan hal yang sulit," kata Agus.
Sementara itu Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo menyebut bahwa tantangan saat ini adalah pemahaman terkait pengelolaan anggaran stunting dan koordinasi di daerah.
Belum Maksimal Kelola Anggaran Stunting
Menurut Hasto, selama ini masih banyak daerah yang belum secara maksimal mengelola keuangan atau anggaran stunting yang sudah dialokasikan lewat DAU atau DAK.
Baca juga: Dukung Kemendikbudristek, Tanoto Foundation Adakan Bimtek Transisi Pembelajaran PAUD ke SD
"Pemahaman untuk terkait anggaran di daerah masih perlu antara tim di daerah. Koordinasi di daerah juga harus makin ditingkatkan. Inilah tantangan yang serius kita," ucap Hasto.
Dengan adanya buku Stunting-Pedia diharapkan setiap pemerintah daerah dan pelaksana program bisa memahami secara komprehensif penanganan stunting. Dengan demikian target percepatan penurunan stunting hingga 14% di 2024 bisa tercapai.
Dalam acara tersebut juga dilakukan diskusi dan sharing praktik baik dari pemerintah daerah.
Diskusi dan praktik baik itu menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua pemerintah daerah dan juga pihak-pihak terkait untuk bekerja sama menuntaskan program pemerintah tersebut. (RO/S-4)
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Setelah terkumpul selama satu bulan, telur didistribusikan ke setiap posyandu untuk diberikan kepada anak-anak.
SEGEGAP apapun dunia merayakan Natal, tetap saja titik awal peristiwa dimulai di dalam keluarga, keluarga biasa, pasangan suami istri baru, miskin-sederhana, di tempat terpencil.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved