Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TANOTO Foundation, organisasi filantropi yang bergerak di bidang pendidikan, mendukung penuh program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak usia dini. Salah satunya dengan memastikan transisi pembelajaran dari PAUD ke SD di wilayah bimbingan bisa berjalan lancar.
“Kami sedang memastikan apa yang diminta oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yaitu transisi PAUD-SD berjalan lancar di daerah-daerah dampingan,” ujar Program Manager SIGAP Tanoto Foundation Irwan Gunawan dalam Seminar Pentingnya Layanan PAUD 1 Tahun sebelum SD Tahun 2023 & Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, Jumat (19/5).

Menurut Irwan Gunawan, transisi tersebut dapat dilakukan dengan menyamakan persepsi semua stakeholder. Arahan Kemendikbudristek untuk menghilangkan tes baca, tulis, hitung (calistung) saat masuk SD perlu diinformasikan secara luas dan disepakati bersama. .
Plt Kapala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menyebut bahwa seminar yang digelar merupakan kegiatan penting. Kegiatan yang diikuti ratusan guru secara luring dan daring itu menjadi momentum untuk menyatukan persepsi tentang pentingnya pendidikan usia dini dan transisi PAUD-SD.
“Kegiatan ini sangat strategis dan momen penting untuk menyatukan persepsi dari berbagai macam unsur, dari pemerintah, akademisi, organisasi, mitra PAUD, para kolaborator, masyarakat serta satuan Pendidikan PAUD-SD tentang pentingnya pendidikan usia dini dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas kompetitif dan berkarakter,” kata Syaefuloh.
Ia menambahkan, tujuan pendidikan anak usia dini adalah membentuk anak Indonesia yang berkualitas yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya, sehingga memiliki kesiapan yang optimal dalam memasuki pendidikan dasar.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Heny Nurhayani mengatakan bahwa tujuan seminar adalah untuk memberikan informasi secara luas, khususnya para orang tua yang mempunyai anak usia dini untuk memasukkan anaknya ke PAUD sebelum jenjang SD secara keseluruhan di Provinsi DKI. Selanjutnya, meningkatkan kesadaran orang tua atau masyarakat tentang pentingnya PAUD minimal satu tahun sebelum SD.
“Terakhir, penguatan kepada orang tua, pendidik dan masyarakat dalam mewujudkan anak tumbuh optimal bebas dari stunting,” tambahnya.
Dalam seminar tersebut, dr Safrilia Dewiyanti dari Dinas Kesehatan menjelaskan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak. Hal itu dilakukan sejak anak masih dalam kandungan hingga 1.000 hari pertama atau usia emas. “Untuk mencegah dan mengintervensi berikan stimulasi dan gizi seimbang sesuai dengan tahapan usia dari anak-anak kita,” kata dr Safrilia.
Ketua PW APPAUDI DKI Jakarta Rita Rosmala meminta semua pihak berperan aktif dalam memastikan transisi pendidikan PAUD-SD. Sebab hal itu bukan hanya tugas guru PAUD saja, tetapi juga harus ada kesinambungan di jenjang pendidikan berikutnya.
“PAUD sebagai sebuah kesempatan yang tak kembali, sehingga perlu disediakan layanan yang berkualitas untuk anak usia dini. Setiap pihak yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini memerlukan visi yang dapat memandu mencapai layanan PAUD berkualitas,” tegasnya.
Bimtek Transisi PAUD ke SD
Tanoto Foundation mendukung program transisi PAUD ke SD dengan melakukan bimtek di tiga daerah mitra dampingannya. Kegiatan bimtek ini direncanakan berbentuk pelatihan yang dilakukan secara luring di wilayah Dampingan Tanoto Foundation, yakni DKI Jakarta, Pandeglang dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dengan memberi bimtek, Tanoto Foundation ikut memperkuat pemahaman transisi PAUD ke SD kepada masyarakat atau orang tua, guru PAUD dan juga guru SD kelas awal.
Adapun waktu pelaksanaan bimtek di 3 daerah tersebut sebagai berikut; DKI Jakarta pada 11-12 Mei 2023, Kabupaten Pandeglang pada 15-17 Mei 2023 dan Kabupaten Kutai Kartanegara pada 23-24 Mei 2023.
Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara Maria Ester, mengapresiasi kegiatan bimtek yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation.
“Transisi PAUD Ke SD ini merupakan episode ke 24 yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada Tahun 2023 dengan harapan adanya pembaharuan dan perubahan sebagai upaya menyikapi adanya paradigma bahwa tamat PAUD harus sudah bisa membaca dan menulis, dan lembaga satuan SD melakukan test kemampuan membaca, menulis dan berhitung,” ucap Maria.
Dengan adanya kegiatan bimtek ini harapan kami bapak ibu dari kepala sekolah PAUD dan SD, PKG, KKG, K3S bersama dengan para kepala UPT sama-sama bergerak bersama untuk mensinergikan dan membangun kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga anak mampu mencapai perkembangannya secara optimal, tidak adalagi penekanan kemampuan calistung yang memaksa.
“Jadi untuk anak yang dari PAUD diterima di SD karena masa transisi maka tugas guru SD harus dapat mengembangkan suatu metode atau model pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak akan bahagia dan menyerap pembelajaran lanjutan akan lebih mudah,” tutupnya.(*)
Kolaborasi ini bertujuan memutus sekat informasi dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui konten edukasi yang ringan dan menghibur.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Kegiatan yang diikuti oleh 500 anak perwakilan dari 250 lembaga sekolah se-Kota Kediri tersebut diisi dengan bernyanyi dan melakukan sejumlah permainan motorik.
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
ISTRI Wapres Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD 2026.
ISTRI Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
PHBS ini sebenarnya utamanya untuk anak-anak usia sekolah, karena biasanya mereka sudah dikasih untuk makan bekal sendiri, jadi sudah dilepas sama orangtua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved