Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Membedah Tumpeng Indonesia, Dokumentasi Literasi dari Dapur hingga Gastrodiplomasi

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 21:30
Membedah Tumpeng Indonesia, Dokumentasi Literasi dari Dapur hingga Gastrodiplomasi
Peluncuran buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa pada Kamis (15/1) di Jakarta.(MI/HO)

SELAMA ini, tumpeng sering kali hadir dalam berbagai seremoni hanya sebagai simbol estetis. Minimnya catatan tertulis membuat makna mendalam di balik hidangan kerucut ini kerap terpinggirkan. 

Menjawab celah literasi tersebut, Indonesian Gastronomy Community (IGC) meluncurkan buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa pada Kamis (15/1) di Jakarta.

Buku ini hadir sebagai upaya serius dalam mendokumentasikan kekayaan gastronomi Nusantara. 

Ketua Umum IGC, Ria Musiawan, menegaskan bahwa buku tersebut disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.

“Buku ini memuat asal-usul, filosofi, pemanfaatan, serta implementasi tumpeng di masa kini. Tidak hanya melihat aspek kreativitas, tetapi juga mengungkap kekayaan gastronomi dan kuliner Indonesia yang terkandung di dalamnya,” ujar Ria.

Menambal Celah Budaya Tutur

Prof. Murdijati Gardjito, editor ahli buku ini, menyebutkan bahwa kehadiran karya tulis ini menjadi sangat krusial. 

Ia menyoroti bahwa kuatnya budaya tutur di Indonesia sering kali tidak dibarengi dengan dokumentasi tertulis yang memadai, sehingga esensi tumpeng sering kali luput dari pemahaman pembuatnya sendiri.

“Banyak tumpeng dibuat dengan tampilan menarik dan rasa beragam, tetapi tidak menunjukkan makna tumpeng secara utuh. Buku ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut, agar tumpeng tidak hanya diproduksi, tetapi juga dipahami,” jelas Prof. Murdijati.

Struktur dan Cakupan Bahasan

Buku Tumpeng Indonesia disusun secara komprehensif dalam lima bab utama untuk memotret tumpeng dari berbagai sudut pandang:

  1. Budaya dan Filosofi Tumpeng: Menggali makna spiritual dan simbolisme bentuk.
  2. Warisan Budaya dalam Gastronomi Indonesia: Menempatkan tumpeng dalam konteks sejarah bangsa.
  3. Ragam Tumpeng: Memetakan variasi bentuk dan makna tumpeng di berbagai daerah.
  4. Kreasi Memenuhi Selera Masyarakat dan Zaman: Melihat bagaimana tumpeng bertransformasi di era modern.
  5. Wisata Gastronomi dan Gastrodiplomasi: Membahas peran tumpeng sebagai instrumen diplomasi budaya di kancah internasional.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, turut mengapresiasi buku ini sebagai referensi penting bagi publik, khususnya generasi muda. Ia menilai dokumentasi ini mampu merangkum jejak sejarah dan kebijaksanaan leluhur yang terkandung dalam tradisi kuliner.

“Karya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memahami bahwa setiap tradisi kuliner Nusantara mengandung jejak sejarah dan kebijaksanaan leluhur,” kata Fadli Zon.

Melalui buku ini, IGC berharap tumpeng tidak lagi hanya dilihat sebagai sekadar makanan perayaan, tetapi dipahami sebagai identitas bangsa yang harus diwariskan lintas generasi melalui pendekatan literasi yang kuat. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya