Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCALIBUR lebaran biasanya anak mulai mengeluhkan macam-macam gangguan saluran pencernaan. Pada dasarnya, saluran pencernaan sangat rentan terinfeksi berbagai macam penyakit, karena organ ini paling kompleks.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan sejumlah penyakit yang rentan terjadi pada anak-anak usai merayakan lebaran.
"Ada beberapa hal perlu diwaspadai terkait lebaran di kampung halaman, terutama untuk anak. Pertama, masalah kelelahan. Karena anak-anak di tempat mudik tentu saja mengalami perubahan situasi, lingkungan, tempat tinggal yang berubah," jelas dokter Piprim saat konferensi pers virtual, Kamis (27/4).
Baca juga: Kekerasan Anak Muncul dari Pola Asuh yang Rusak
Selain itu, kelelahan akibat perjalanan mudik yang panjang dan anak kurang tidur memengaruhi turunnya daya tahan tubuh anak. Pada akhirnya, anak menjadi mudah terserang batuk pilek.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI, Himawan Aulia Rahman mengatakan pemicu gangguan saluran pencernaan mudah terjadi. Berikut jenis gangguan yang paling sering terjadi.
Baca juga: Setelah Mudik, Jangan Lupa Lindungi Pernafasan Anak dari Berbagai Penyakit
Menurut Himawan diare atau dalam istilah medis persisten, sering kali terjadi ketika Frekuensi buang air besar itu mengalami peningkatan dibandingkan biasanya. Bahkan fesesnya lebih cair.
Diare memiliki beberapa jenis, meliputi:
Adapun penyebab yang terbagi menjadi dua, sebagai berikut:
"Berdasarkan data dari WHO 2020, penyebab diare yang paling banyak adalah jenis virus "Rotavirus". Namun, jenis virus, bakteri, dan parasit lainnya dapat menyebabkan diare," ucapnya Kamis (27/4).
Himawan mengatakan sakit perut akut menjadi masalah pencernaan selanjutnya. "Sakit perut itu bisa berlangsung mendadak atau juga bisa hilang timbul dan berlangsung lama," katanya.
Selain itu, anak juga bisa terkena sakit perut fungsional setelah lebaran. Sakit perut itu berulang selama tiga kali atau lebih selama tiga bulan. Hal ini terjadi akibat faktor psikis.
Muntah merupakan refleks atau bagian dari gejala akibat penyakit yang memicu. Seperti;
Sembelit atau konstipasi ini merupakan gejala yang terjadi akibat anak-anak mengalami stress, terutama saat mudik sehingga BAB kurang dari dua kali per minggu.
"Biasanya ada faktor psikologis juga dan itu berulang. Biasanya itu anak yang mudik berpergian ke lingkungan yang berbeda dengan rumahnya sehari-hari sehingga disitu ada ketakutan, kemudian dia tidak mau buang air besar sehingga terjadi simbelit," jelasnya.
Tanda anak menahan BAB dengan ketakutan, meliputi:
Selain dari menahan BAB, Himawan menambahka gejala lainnya seperti:
Saat Lebaran anak kerap juga mengalami intoleransi dan alergi terhadap makanan, di mana gejalanya meliputi:
Penyebab yang paling sering dari intoleransi dan alergi makanan meliputi:
Adapun penyebab dari keracunan makan meliputi:
Selain itu ada pun gejala utama dari keracunan makanan sebagai berikut:
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved