Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
UPLAND Project Kementerian Pertanian menggelar pelatihan publikasi media online dan media sosial. Pelatihan digelar untuk meningkatkan pemanfaatan media sosial dan media online dalam rangka memperkenalkan potensi pertanian di Indonesia.
Project Manager Upland Project Farakka Sari mengungkapkan pelatihan ini merupakan sebuah langkah dalam memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada peserta yang berasal dari kabupaten maupun dari Kementerian Pertanian di Jakarta.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap bapak ibu di daerah terutama dari kabupaten, direktorat dan humas dari perwakilan dinas mampu memaksimalkan pemberitaan dan promosi kegiatan" kata Farakka dalam keterangan tertulis, Selasa (18/4).
Baca juga : Ketersediaan Daging Sapi, Ayam dan Telur Jelang Lebaran Terpantau Aman dan Mencukupi
Para peserta mendapatkan pelatihan dan pengenalan dari para praktisi tentang penggunaan media sosial dan media online yang efektif dan efisien dalam mempublikasikan berita atau informasi mengenai pertanian. Para peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung dari materi yang diajarkan.
Beberapa materi yang diajarkan yakni pengenalan jurnalistik dan menulis cepat, menulis kreatif dan copy writing, dasar fotografi dan videografi, publikasi dan promosi konten di media sosial.
Baca juga : Mentan SYL Tinjau Bazaar Ramadan Kementan, Sediakan Bahan Pokok Murah
"Para peserta diharapkan mampu memaksimalkan pemberitaan dan promosi kegiatan di masing-masing satuan kerja. Ketika kembali melakukan rutinitas bekerja dapat mempublikasikan dan memasarkan setiap kegiatan," jelas Farakka.
Farakka mengatakan, pelatihan akan dilaksanakan lima sesi setiap dua bulan sekali dan akan terus ditingkatkan sehingga dapat diterapkan dalam pekerjaan.
"Akan diupgrade dari setiap pelatihannya. Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat dan menjadi bekal untuk bapak atau ibu di daerah masing-masing," tegasnya.
Salah satu peserta perwakilan Dinas Pertanian Tasikmalaya, Asep Sanjaya mengatakan teori dan praktik yang ia dapat akan menjadi langkah awal bagi dirinya meningkatkan pemanfaatan media sosial dan media online sebagai sarana promosi dan edukasi mengenai pertanian di Indonesia.
“Banyak manfaat dan Ilmu-ilmu baru yang didapat oleh rekan-rekan dari pelatihan ini. Karena dirasa sangat bermanfaat bagi kami di daerah dalam mengoptimalkan media,” ujarnya. (Z-5)
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Fenomena oversharing, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengguna.
Saat seseorang berada dalam puncak emosi, baik itu rasa senang yang meluap, kesedihan mendalam, hingga kemarahan yang memuncak, mereka cenderung menjadi lebih impulsif.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Program kolaborasi ini dirancang secara terstruktur melalui mentoring bisnis, forum diskusi strategis, dan akses ke jaringan global JCI.
Keterbukaan untuk belajar, merefleksikan diri, bertumbuh, dan berkolaborasi menunjukkan komitmen mendalam dalam mendidik siswa dan masa depan pendidikan di Kabupaten Sanggau.
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved