Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANGTUA yang memiliki bayi prematur dan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) diingatkan untuk memeriksakan kondisi ginjal anak mereka setahun sekali untuk mencegah penyakit ginjal di kemudian hari. Hal itu dikatakan dokter spesialis anak Henny Adriani Puspitasari.
Bayi prematur, terutama yang lahir di bawah 32 minggu, dan BBLR, terutama yang lahir dengan berat kurang dari 2,5 kilogram, berisiko mengalami gangguan ginjal.
Menurut Henny, bayi-bayi tersebut memiliki jumlah sel ginjal lebih sedikit ketimbang bayi normal.
Baca juga: Asupan Protein yang Berlebih Bisa Pengaruhi Fungsi Ginjal
"Jadi kalau punya anak, anaknya (sendiri), atau saudaranya, tetangganya, kalau dia masuk di golongan ini (prematur dan BBLR), tolong diingatkan untuk check up ginjal," kata dokter dari divisi nefrologi RSCM itu, dikutip Rabu (12/4).
Selain bayi prematur dan BBLR, anak dengan kelainan ginjal bawaan juga harus terus melakukan kontrol. Karena, jika tidak bisa mengalami perburukan dan akhirnya mengalami gagal ginjal di kemudian hari.
Henny mengungkapkan penyebab terbanyak gangguan ginjal pada anak adalah karena adanya gangguan struktural. Artinya, bentuk ginjal dan saluran kemih yang tidak normal yang biasanya merupakan bawaan dari lahir.
Baca juga: Hipertensi yang tidak Terkontrol Bisa Sebabkan Gangguan Ginjal
"Kelainan-kelainan struktural atau congenital anomalies of kidney and urinary tract (Cakut) itu bisa terdeteksi secara antenatal. Artinya, waktu ibu-ibu hamil kemudian dilakukan USG oleh dokter kandungan, jangan cuma nanya ini anaknya laki atau perempuan, nanya juga ginjalnya ada masalah atau tidak. Lalu air ketubannya cukup atau tidak, karena air ketuban itu adalah cerminan dari kemampuan janin untuk memproduksi air kencing," terang Henny.
Selain gangguan struktural, penyebab paling sering gangguan ginjal pada anak yaitu sindrom nefrotik atau kebocoran protein dari ginjal dalam jumlah banyak dan glomerulonefritis atau peradangan di dalam ginjalnya. Penyebab ini biasanya terjadi pada anak yang lebih besar, di atas 6 tahun. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved