Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA beberapa orang, sering ada anggapan yang tidak objektif mengenai kondisi tubuhnya. Beberapa menganggap dirinya terlalu gemuk, yang dimana sebenarnya tidak. Hal ini yang juga disebut dengan kondisi anoreksia.
Pengertian Anoreksia
Dilansir dari laman Siloam Hospital, anoreksia adalah kondisi terjadinya gangguan makan yang membuat penderita memiliki persepsi bahwa dirinya kegemukan, dan harus memiliki tubuh yang kurus. Selain itu, penderita anoreksia juga memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap kenaikan berat badan.
Baca juga : Kenaikan Berat Badan Berlebihan Saat Hamil Bisa Sebabkan Kematian Janin
Selain menyerang fisik, anoreksia juga menyerang mental penderita. Dimana, penderita anoreksia secara tidak sehat, memiliki obsesi yang berlebihan terhadap badan yang kurus. Persepsi yang salah mengenai tubuh, juga didasari oleh kondisi mental yang juga tidak sehat.
Penderita anoreksia, bahkan sering kali mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi secara paksa, melalui cara memuntahkannya atau menggunakan obat pencahar. Kondisi ini, dapat menyerang fisik dan kesehatan secara cepat. Minimnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, dan penurunan berat badan secara ekstrim, tanpa bantuan lebih lanjut, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Baca juga : Puasa Ramadan dan Evidence Based Medicine
Gejala Anoreksia
Gejala anoreksia dapat timbul pada fisik maupun mental penderita. Gejala emosional atau yang berhubungan dengan sifat yang tampak pada penderita dapat terjadi seperti berikut:
Untuk gejala fisik yang tampak pada penderita, berikut adalah hal yang mungkin diidap oleh penderita:
Penanganan Anoreksia
Pada pengidap anoreksia, penanganan dapat dilakukan dengan bantuan obat-obatan, psikoterapi, dan edukasi mengenai pentingnya kebutuhan akan nutrisi. Pada penderita, obat-obatan yang diberikan umumnya adalah antidepresan.
Untuk psikoterapi, biasanya dilakukan dengan ahli psikologi. Untuk psikososial, penanganannya dapat terjadi secara efektif, dengan bantuan keluarga, teman, dan orang-orang terdekat dari penderita. Hal itu, disebabkan oleh upaya psikoterapi yang membutuhkan kerjasama antara psikiater, pasien, dan orang terdekat pasien. Keinginan tinggi untuk sembuh, menjadi kunci utama dalam penanganan anoreksia. (Z-5)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved