Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung dahulu dikenal sebagai penyakit regeneratif, namun saat ini penyakit jantung disebut penyakit tidak menular, karena terjadi pada usia-usia muda.
Ketua Majelis Pakar PP Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan mengatakan bahwa yang jadi persoalan saat ini adalah penyakit jantung menyerang ke usia yang semakin muda.
"Ternyata tidak lain faktor pemicu gangguan jantung ini adalah darah tinggi, prevalensi darah tinggi juga angka nya semakin ke arah usia muda," kata Ede saat dihubungi pada Sabtu (25/2).
Ede menerangkan bahwa faktor gaya hidup dan lingkungan saat ini menjadi faktor terbesar orang terkena darah tinggi yang menjadi faktor utama pemicu penyakit jantung.
"Yang pertama gaya hidup, karena memang secara teoritis gaya hidup berpengaruh 30-40% terhadap kesehatan seseorang, faktor genetik di angka 10%, dan sisanya adalah faktor lingkungan," ungkapnya.
Hal-hal tersebut menurut Ede mengakibatkan faktor resiko penyakit jantung pada anak muda.
"Terutama gaya hidup yang tren saat ini adalah merokok, itu persoalannya, merokok menjadi faktor resiko paling tinggi dalam serangan jantung, lalu yang kedua adalah obesitas, obesitas ini juga menjadi persoalan. Lingkungan rokok saat ini begitu kondusif, begitu juga lingkungan yang dimana orang-orang malas bergerak lalu menjadi obesitas di sekitar perut, berpotensi mendapatkan darah tinggi dan serangan jantung meningkat," tegas Ede.
Ede menambahkan bahwa makanan-makanan junkfood dengan kandunganq garam, gula dan minyak yang tinggi, ditambah saat ini banyak minuman bergula, faktor-faktor itu menyebabkan faktor resiko untuk mengidap penyakit menular salah satunya kardiovaskular atau penyakit jantung meningkat.
Baca juga: Psikolog Jelaskan Faktor Pemicu Anak Tumbuh dengan Sifat Kekerasan
Disamping ketika misalnya sudah ada gejala orang malas untuk memeriksa, menganggap kalau sudah diperiksa nanti penyakit dirinya ketahuan, padahal diketahui status penyakit itu sangat bagus, bisa dilakukan pengelolaan, pengobatan dan pencegahan dengan sebaik-baiknya.
"Gejala serangan jantung ketika dada sebelah kiri mengalami sesak yang begitu dahsyat, nafas sesak, keluar keringat dingin, itu yang harus diwaspadai, karena itu gejala yang menunjukkan secara klinis orang mengalami serangan jantung," papar Ede.
"Ada penyempitan pembuluh darah ke jantung, arterinya yang akan sangat berbahaya bisa mengakibatkan kerusakan jantung, bahkan jantungnya bisa gagal jantung," tambah dia.
Ede menjelaskan bahwa ada beberapa faktor resiko yang bisa dilihat, bagi mereka yang memiliki keturunan keluarganya darah tinggi, harus segera melakukan kontrol dari usia 30 sudah sebaiknya dilakukan, bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih, apalagi lingkar pinggang laki-laki diatas 90cm dan perempuan diatas 80cm harus memeriksakan, bagi yang usia diatas 50 tahun harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. (OL-4)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved