Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Cara Mengatasi Post Holiday Blues pada Anak Saat Masuk Sekolah

Basuki Eka Purnama
04/4/2026 07:44
Cara Mengatasi Post Holiday Blues pada Anak Saat Masuk Sekolah
Ilustrasi--Siswa dan guru saling bersalaman saat pelaksanaan halal bihalal di SD Negeri 13 Pagi, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).(MI/RAMDANI)

MASA transisi dari libur panjang kembali ke rutinitas sekolah sering kali memicu fenomena post holiday blues pada anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya semangat hingga perubahan emosi yang drastis saat harus kembali ke bangku kelas.

Psikolog klinis anak dan remaja lulusan Universitas Padjajaran, Michelle Brigitta Shanny M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa orangtua memegang peran kunci dalam membantu anak melewati masa transisi ini. Salah satu cara efektif adalah dengan melibatkan anak secara langsung dalam persiapan hari pertama sekolah.

"Orangtua kalau bisa mulai ajak ngobrol anak hal-hal apa sih yang dia kangen dari sekolah. Diingatkan lagi kegiatan sekolah misalnya teman, guru, atau aktivitas kesukaan anak. Bisa juga melibatkan mereka dalam persiapan seperti menyiapkan tas, alat tulis, dan buku," ujar Michelle.

Mengenali Gejala Post Holiday Blues

Menurut Michelle, orangtua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak menjelang hari pertama sekolah. Gejala yang muncul biasanya tidak hanya fisik, tetapi juga emosional.

Kategori Gejala Ciri-ciri yang Muncul
Perilaku Kurang bersemangat, mencari-cari alasan untuk tidak masuk sekolah.
Emosional Menjadi lebih sedih, mudah marah, atau sensitif.
Durasi Bersifat sementara selama masa transisi.

Langkah Strategis Mengembalikan Rutinitas

Meski terlihat mengkhawatirkan, Michelle menegaskan bahwa kondisi ini bisa diatasi dengan pengaturan jadwal yang bertahap. Ia menyarankan agar orang tua mulai mengembalikan ritme kebiasaan sekolah setidaknya seminggu sebelum hari pertama masuk.

Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan antara lain:

  • Atur Jam Tidur: Membiasakan anak untuk tidak tidur larut malam agar jam biologisnya kembali normal.
  • Batasi Screen Time: Mengurangi waktu penggunaan gawai yang biasanya lebih fleksibel selama liburan.
  • Validasi Emosi: Mendengarkan keluhan anak tanpa menghakimi. "Kita bisa bilang 'wajar kok kangen liburan', tapi tetap tekankan bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk kembali sekolah," tambah Michelle.
Tips Tambahan: Untuk membangun antusiasme, orang tua dapat membuat janji atau rencana kegiatan menyenangkan bersama anak di akhir pekan pertama sekolah. Hal ini memberikan sesuatu yang dinantikan anak (reward) setelah berhasil menjalani minggu pertama sekolah dengan baik.

Dengan pendampingan yang tepat dan komunikasi yang terbuka, anak akan merasa tetap memiliki momen berkualitas bersama orang tua meskipun masa libur telah usai. Hal ini diharapkan dapat membuat anak menjalani hari-hari sekolah dengan perasaan yang lebih senang dan tenang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya