Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara merupakan salah satu penyakit yang umum dihadapi oleh wanita. Kanker payudara merupakan suatu jenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Sel sel tersebut tumbuh secara abnormal pada payudara. Pertumbuhannya juga tergolong cepat, karena sel kanker yang membelah diri dan berakumulasi secara cepat.
Sel yang mengalami peningkatan kuantitas tadi, kemudian membentuk benjolan. Bahkan, dapat menyebar ke organ tubuh lainnya melalui kelenjar getah bening. Maka, apa saja yang menjadi penyebab dari kanker payudara.
Sesuai dengan penjelasan awal, kanker payudara muncul karena pertumbuhan sel-sel payudara secara tidak normal. Umumnya, hal tersebut terjadi karena mutasi gen yang diturunkan secara genetik.
Baca juga: Deteksi Dini akan Perpanjang Harapan Hidup Pasien Kanker Payudara
Namun, beberapa pengaruh eksternal juga dapat menjadi penyebab dari kanker payudara, seperti usia haid yang tidak normal, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, gejala obesitas, kurang gerak atau olahraga, perokok aktif atau pasif, penggunaan pil KB dan terapi hormon yang tidak sesuai.
Pada stadium dini, gejala payudara sukar untuk diidentifikasi. Oleh karena itu, pengecekan secara berkala dengan meraba payudara dengan teliti searah jarum jam untuk mendeteksi adanya benjolan adalah hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker payudara yang lebih ganas. Maka, berikut adalah gejala dari kanker payudara.
1. Munculnya benjolan akibat pengerasan pada payudara
2. Puting payudara yang mengeluarkan darah
3. Terjadi pembesaran pori-pori kulit payudara menyerupai kulit jeruk
4. Nyeri dan terjadinya pembengkakan pada payudara
5. Terjadinya pengelupasan kulit pada puting payudara
6. Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan payudara
7. Terjadi inversi pada puting
8. Adanya pembenjolan di bawah ketiak
Penanganan kanker payudara dapat bervariasi, tergantung pada tingkat atau stadium kanker payudara yang diidap oleh pasien. Maka, berikut adalah pengobatan yang umumnya dilakukan pada pasien pengidap kanker payudara.
1. Pembedahan
Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kanker atau benjolan. Selain itu, pembedahan juga meliputi pengangkatan jumlah terbatas dari kelenjar limfe atau beberapa kelenjar limfe.
2. Radioterapi
Pengobatan secara radioterapi dilakukan dengan menggunakan energi sinar X dan proton untuk mematikan sel-sel kanker
3. Kemoterapi
Dengan kemoterapi, sel-sel kanker dapat diatasi dengan menggunakan obat-obat yang dapat mengatasi pertumbuhan sel yang abnormal
4. Terapi
Pada terapi, dapat dibagi dengan terapi hormonal yaitu pengurangan hormon yang dapat membantu pertumbuhan sel kanker, lalu terapi biologis dengan membantu sistem kekebalan tubuh pasien, serta terapi radiasi yang menggunakan alat yang dapat membunuh sel kanker.(OL-5)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
“Cakupannya yang tahun lalu dilakukan di puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR RI,”
Indonesia masih menghadapi ribuan kasus kusta tiap tahun. Empat strategi kunci dari deteksi dini hingga anti-stigma dinilai penting menuju target Zero Leprosy.
Prioritaskan kunjungan antenatal sejak trimester pertama, meskipun ibu hamil merasa sehat.
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Di sisi lain, lebih dari 20% kasus rawat jalan dan biaya klaim rawat jalan di Indonesia disebabkan infeksi saluran pernapasan atas akut.
Kota Bogor menargetkan 2.500 orang/ peserta pemeriksaan HPV-DNA yang akan diselesaikan pada periode 8–15 Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved