Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), saat ini hanya ada 40 rumah sakit yang mampu memberikan layanan cathlab dan 10 rumah sakit yang bisa melakukan bedah jantung terbuka.
Metode bedah jantung terbuka menggunakan alat jantung paru (Cardiopulmonary bypass machine/ekstracorporal) untuk membuka ruang jantung, sehingga memperlancar operasi. Nantinya, jantung diistirahatkan beberapa menit dengan dibuat tidak berdenyut.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berpendapat diperlukan kolaborasi, agar masyarakat bisa merasakan pelayanan kesehatan yang merata.
Baca juga: Hati-hati, Infeksi Gusi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Mengurai persoalan tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Kardiolog Indonesia (PERKI) bersama Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia (IKAI) dan Kolegium Jantung Pembuluh Darah Indonesia (JPDI), menjalin kerja sama pelayanan dan pendidikan pada bidang kardiologi anak dan penyakit jantung bawaan.
"Saya bangga karena ada kerja sama untuk mengatasi masalah di masyarakat. Sebenarnya, banyak anak yang memiliki penyakit jantung bawaan, yang belum tertangani dengan baik," jelas Budi, Senin (6/2).
Saat ini, masih dibutuhkan 1.282 spesialis jantung dan pembuluh darah, serta spesialis lainnya untuk memberikan layanan jantung dan kardiovaskuler. Kemenkes mencatat setiap tahun, sekitar 12 ribu bayi menderita penyakit jantung kongestif.
Dari jumlah tersebut, baru sekitar 6 ribu pasien yang mendapatkan penanganan. Sementara, sisanya belum dapat tertangani dan kemudian berujung kepada kematian.
Baca juga: Kontrol Obat BPOM Dinilai Masih Belum Efektif
Budi menegaskan perlu kolaborasi untuk peningkatan jejaring rumah sakit rujukan. Terutama, untuk pelayanan sembilan penyakit prioritas, mencakup jantung, kanker, stroke dan ginjal. Dalam hal ini, agar tersedia di semua provinsi dan didukung pengembangan fasilitas pelayanan hingga area terpencil.
"Kemenkes siap meningkatkan ketersediaan alat kesehatan dan infrastruktur. Memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan tenaga kesehatan. Serta, penguatan sistem rujukan yang adekuat dari FKTP ke rumah sakit rujukan," papar Budi.
Pada 2026, ditargetkan semua provinsi dan kabupaten/kota memiliki layanan untuk menangani kasus penyakit katastropik tersebut.(OL-11)
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Echocardiography merupakan metode utama non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat untuk mendeteksi, mendiagnosis, serta memantau struktur dan fungsi jantung bayi dan anak.
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Studi global mengungkap ketidakcocokan hasil tes kreatinin dan sistatin C bisa menjadi sinyal bahaya gagal ginjal hingga kematian.
Pedoman diet terbaru AS memicu perdebatan sengit. Ahli kardiologi peringatkan risiko lemak jenuh dan daging merah dalam piramida makanan "terbalik" Trump.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Simak cara mendapatkan PBI BPJS Kesehatan, syarat, dan pendaftaran bagi warga miskin serta rentan agar mendapatkan layanan kesehatan gratis dari pemerintah.
PBI BPJS Kesehatan adalah skema iuran BPJS yang dibayar pemerintah bagi warga miskin dan rentan. Ketahui pengertian, manfaat, dan penerimanya di sini.
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Penonaktifan peserta PBI JKN dan PBPU dilakukan tanpa ukuran yang jelas dan berpotensi mengorbankan warga miskin.
MASYARAKAT saat ini dinilai tidak hanya menginginkan pengobatan untuk penyakit yang dialami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved