Kamis 26 Januari 2023, 11:05 WIB

Pembakaran dan Penyobekan Alquran, Menag: Itu Teror dan Ekstremitas yang Merusak Harmoni

HUMANIORA | Humaniora
Pembakaran dan Penyobekan Alquran, Menag: Itu Teror dan Ekstremitas yang Merusak Harmoni

AFP/ Sanaullah Seiam
PROTEST: Demonstran membakar bendera Swedia sebagai protes pembakaran Alquran oleh politisi Swedia-Denmark Rasmus Paludan, di Kandahar (25/1

 

MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas mengutuk aksi pembakaran dan penyobekan mushaf Alquran di Swedia dan Belanda. Tindakan tersebut sebagai bentuk lain dari teror dan ekstremitas yang bisa mengancam harmoni umat beragama.

Aksi pembakaran Alquran dilakukan oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai Stram Kurs yang berhalauan ekstremis sayap kanan Denmark di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, Sabtu, 21 Januari 2023. Sehari berikutnya, dalam demonstrasi anti-Turki di Den Haag, Belanda, terjadi juga aksi menyobek Alquran. “Itu jelas teror dan tindakan ekstrem yang tidak bisa dibenarkan dan bisa merusak harmoni umat beragama. Saya jelas mengutuk tindakan ekstrem semacam itu,” tegas Yaqut di Jakarta, Kamis (26/1).

Yaqut mengatakan aksi demonstrasi memang dibenarkan dalam demokrasi. Namun, semua tindakan yang menghinakan simbol keagamaan, apalagi Kitab Suci, tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun, termasuk kebebasan berekspresi.

“Silakan sampaikan aspirasi dan ekspresi, tapi jangan dengan perbuatan ekstrem, provokatif, apalagi sampai menghinakan simbol-simbol keagamaan dan kitab suci. Itu bisa mengganggu harmoni sosial dan memecah belah umat,” jelasnya.

Dijelaskan, pasca pandemi covid-19, Indonesia yang diberi amanah sebagai Presidensi G-20 pada 2022 berupaya keras untuk membangun kebersamaan melalui motto Recover Together, Recover Stronger (Pulih Bersama, Bangkit Perkasa). Motto ini memberi pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan dalam memajukan dunia, bangkit dari pandemi.

“Aksi di Swedia dan Belanda justru bisa merusak semangat kebersamaan yang sedang dibangun. Itu jelas merugikan seluruh umat beragama dan tidak bisa dibenarkan,” sebutnya. Protes dari berbagai negara, termasuk di Indonesia, serta juga dari masyarakat dan tokoh agama adalah cermin betapa tindakan itu semacam mencederai perasan dan merusak semangat kerukunan umat.

Meski demikian, Menag mengimbau umat muslim Indonesia untuk tidak terpancing dan terprovokasi. Bentuk penyikapan harus mengedepankan cara-cara yang santun (akhlakul karimah) dengan menunjukkan nilai-nilai keluhuran Islam. "Umat wajar jika marah melihat kejadian ini, namun bentuk respons harus dalam koridor hukum dan dengan adab yang mulia," jelasnya.

Di sisi lain, Menag Yaqut juga mendorong tokoh-tokoh agama di dunia untuk bisa bersama meredam kasus ini agar tak kian meluas. Para pemuka agama saatnya turun untuk berdialog dan kemudian memberikan pencerahan kepada umatnya demi terwujudnya kehidupan beragama dunia yang damai.

Menag mengapresiasi dan mendukung langkah Kementerian Luar Negeri RI untuk mengundang Duta Besar Swedia untuk Indonesia. Hal sama perlu dilakukan juga terhadap Dubes Belanda di Jakarta. “Mereka harus menjelaskan atas apa yang terjadi Stocholm dan Den Haag. Saya yakin Kemlu juga akan sampaikan sikap tegas Indonesia atas peristiwa itu,” ujarnya.(H-1)

Baca Juga

dok.ist

Srikandi Ganjar ikut Tekan Angka Perempuan Putus Sekolah di Jabar

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:09 WIB
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat pada tahun ajaran 2020/2021 ada ribuan anak putus...
dok.Isr

Pada 2022, Aircraft Cleaning PT GDPS Temukan Barang Penumpang Capai Rp300 Juta

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 09:55 WIB
SIKAP menjunjung tinggi nilai integritas Aircraft Cleaning PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) menunjukkan hasil yang baik di tahun...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko S

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, KLHK Tanam 30 Ribu Mangrove

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 05 Februari 2023, 09:37 WIB
Tidak hanya menanam mangrove, KLHK bersama mitra menyemai bibit kerang sebanyak 20 ribu bibit yang kondisinya sehat dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya