Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Gus Alex Bungkam soal Setoran ke Yaqut, KPK: Dia Representasi Menteri

Candra Yuri Nuralam
17/3/2026 15:45
Gus Alex Bungkam soal Setoran ke Yaqut, KPK: Dia Representasi Menteri
Gus Alex Bungkam Soal Setoran ke Yaqut.(Antara)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan eks Staf Khusus Menteri Agama Isfan Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, Selasa (17/3). Penahanan ini terkait kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag).

Meski telah mengenakan rompi oranye, Gus Alex memilih pasang badan dan berkelit soal adanya keterlibatan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ). Ia membantah adanya perintah khusus terkait pembagian kuota haji yang menyimpang.

“Tidak ada, tidak ada perintah apa pun dari Gus Yaqut,” tegas Gus Alex saat digiring petugas menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Kontradiksi Temuan KPK

Pernyataan Gus Alex tersebut bertolak belakang dengan konstruksi perkara yang dibangun penyidik. KPK menegaskan bahwa posisi Gus Alex di Kemenag merupakan representasi absolut dari Yaqut Cholil Qoumas. Hal ini membuat setiap instruksi yang dikeluarkan Gus Alex dipatuhi oleh pejabat Kemenag sebagai "sabda" menteri.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Gus Alex memiliki peran dominan dalam mengumpulkan uang dari para pihak terkait. Penyidik meyakini, uang yang diterima Gus Alex bermuara pada pemenuhan kebutuhan pribadi Yaqut.

“GA adalah stafsus dari sdr YCQ. Jadi para pejabat di sana pada saat itu menganggap bahwa apa yang disampaikan GA karena dianggap sebagai representasi dari YCQ, dianggap itu adalah perintah YCQ,” ujar Asep Guntur beberapa waktu lalu.

Logika Aliran Dana

KPK menggunakan analogi sederhana untuk menjelaskan peran Gus Alex dalam pusaran korupsi ini. Menurut Asep, penyerahan uang kepada representasi menteri setara dengan menyerahkan langsung kepada menteri yang bersangkutan.

“Artinya kalau misalkan saya mau kasih uang kepada si A dan ada representasi si B, ya tidak perlu langsung ke A. Langsung saja kasih ke B karena itu sama dengan kasih ke A,” terang Asep.

Hingga kini, KPK terus mendalami rincian kebutuhan menteri yang diduga dibiayai dari hasil korupsi kuota haji tersebut. Sementara itu, Gus Alex enggan berkomentar lebih jauh mengenai detail aliran dana.

“Sudah saya sampaikan ke penyidik, banyak sudah saya sampaikan,” pungkasnya singkat sebelum memasuki mobil tahanan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya