Minggu 22 Januari 2023, 11:00 WIB

Kemenag: Perubahan Skema Jaga Keberlanjutan Pembiayaan Haji

Naufal Zuhdi | Humaniora
Kemenag: Perubahan Skema Jaga Keberlanjutan Pembiayaan Haji

ANTARA/JOJON
Warga melakukan pendaftaran haji di Kantor Kementerian Agama Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (11/1/2023).

 

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp514.888,02. Sebab, rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp98.893.909,11. Sementara rerata BPIH 2022 sebesar Rp98.379.021,09.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief menjelaskan bahwa itu terjadi karena perubahan skema presentase komponen Bipih dan Nilai Manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% Bipih dan 30% nilai manfaat.

"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantre keberangkatan, tidak tergerus habis," terang Hilman di Jakarta, dikutip pada Minggu (22/1).

Baca juga: Kemenag Berhasil Negosiasi Paket Layanan Haji Masyair Turun Sekitar 30 Persen

Baca juga: PP IPM Luncurkan Platform Pengaduan Kekerasan Seksual Pelajar

Menurutnya, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 sampai dengan 2022 terus mengalami peningkatan. Dalam perkembangannya, komposisi nilai manfaat terus membesar menjadi 19% (2011 dan 2012), 25% (2013), 32% (2014), 39% (2015), 42% (2016), 44% (2017), 49% (2018 dan 2019). Karena Arab Saudi menaikkan layanan biaya Masyair secara signifikan jelang dimulainya operasional haji 2022 (jemaah sudah melakukan pelunasan), penggunaan dan nilai manfaat naik hingga 59%.

"Kondisi ini sudah tidak normal dan harus disikapi dengan bijak. Nilai manfaat bersumber dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Karenanya, nilai manfaat adalah hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk lebih dari 5 juta yang masih menunggu antrean berangkat," papar Hilman.

Lanjut Hilman mengatakan bahwa mulai sekarang dan seterusnya, nilai manfaat harus digunakan secara berkeadilan guna menjaga keberlanjutan.

"Tentu kami juga mendorong BPKH untuk terus meningkatkan investasinya baik di dalam maupun luar negeri pascapandemi Covid-19 ini, sehingga kesediaan nilai manfaat lebih tinggi lagi," tambahnya.

Jika komposisi Bipih dan Nilai Manfaat masih tidak proporsional, maka nilai manfaat akan cepat tergerus dan tidak sehat untuk pembiaayaan haji jangka panjang.

"Jika komposisi Bipih (41%) dan NM (59%), dipertahankan, diperkirakan nilai manfaat cepat habis. Padahal jamaah yang menunggu 5-10 tahun akan datang juga berhak atas nilai manfaat," jelas Hilman.

Untuk itulah, kata Hilman, Pemerintah dalam usulan yang disampaikan Menteri Agama saat Raker bersama Komisi VIII DPR, mengubah skema menjadi Bipih (70%) dan NM (30%).

"Mungkin usulan ini tidak populer, tapi Pak Menteri melakukan ini demi melindungi hak nilai manfaat seluruh jemaah haji sekaligus menjaga keberlanjutannya. Ini usulan pemerintah untuk dibahas bersama Komisi VIII DPR. Kita tunggu kesepakatannya, semoga menghasilkan komposisi paling ideal! Amin," tutupnya. (H-30

Baca Juga

MI/Bagus Suryo

KemenPPPA Pastikan Hak Anak yang Menjadi Korban Pelecehan Seksual Terpenuhi

👤Naufal Zuhdi 🕔Selasa 07 Februari 2023, 21:46 WIB
PENANGANAN kasus pelecehan kepada anak-anak yang menjadi korban terus dipantau oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan...
Antara

Cegah Kawin Anak, Eny Yaqut Imbau KUA Terjun ke Sekolah

👤Dinda Shabrina 🕔Selasa 07 Februari 2023, 21:39 WIB
Eny Retno Yaqut mengatakan perkawinan anak memiliki peluang yang sangat besar untuk mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, seperti...
Ist

Pertemuan Organisasi Stem Cell Dunia di Paris Dihadiri Wakil dari 74 Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 21:15 WIB
Prof.Deby Vinski sebagai Presiden WOCS mengatakan dirinya mendorong para dokter di seluruh dunia yang ingin menekuni bidang anti-aging...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya