Kamis 19 Januari 2023, 21:25 WIB

Menteri Agama Usulkan Ongkos Haji Rp69 Juta per Orang

Dinda Shabrina | Humaniora
Menteri Agama Usulkan Ongkos Haji Rp69 Juta per Orang

Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

 

KEMENTERIAN Agama mengusulkan rerata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H/2023 M sebesar Rp69.193.733,60 atau Rp69,2 juta, naik Sebelumnya, pada 2022 jemaah harus membayar Bipih senilai Rp 39,89 juta.

Jumlah itu mencapai 70% dari usulan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang mencapai Rp98.893.909,11 atau Rp98,8 juta.

Usulan ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan paparan pada Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR. Raker ini membahas agenda persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Dibanding dengan tahun sebelumnya, usulan BPIH 2023 naik Rp514.888,02. Namun, secara komposisi, ada perubahan signifikan antara komponen Bipih yang harus dibayarkan jemaah dan komponen yang anggarannya dialokasikan dari nilai manfaat (optimalisasi).

Menurut Menag, BPIH 2022, sebesar Rp98.379.021,09 dengan komposisi Bipih sebesar Rp39.886.009,00 (40,54%) dan nilai manfaat (optimalisasi) sebesar Rp58.493.012,09 (59,46%). Sementara usulan Kemenag untuk BPIH 2023, sebesar Rp98.893.909,11 dengan komposisi Bipih sebesar Rp69.193.734,00 (70%) dan nilai manfaat (optimalisasi) sebesar Rp29.700.175,11 (30%).

Komponen yang dibebankan langsung kepada jemaah, digunakan untuk membayar biaya penerbangan dari Embarkasi ke Arab Saudi (PP) sebesar Rp33.979.784,00; akomodasi Makkah Rp18.768.000,00; akomodasi Madinah Rp5.601.840,00; living cost Rp4.080.000,00; visa Rp1.224.000,00; dan paket layanan masyair Rp5.540.109,60.

“Usulan ini atas pertimbangan untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Formulasi ini juga telah melalui proses kajian,” tegas Menag di DPR, Kamis (19/1).

Berita terkait: biaya-masyair-turun-dpr-nego-alot-seperti-nawar-harga-bawang

Berita terkait: kuota-haji-100-sejumlah-daerah-persiapkan-keberangkatan-calon-jemaah

Kebijakan formulasi komponen BPIH tersebut, ujar Menag, diambil dalam rangka menyeimbangkan antara besaran beban jemaah dengan keberlangsungan dana nilai manfaat BPIH di masa yang akan datang. Menurut Menag, pembebanan Bipih harus menjaga prinsip istitha’ah dan likuiditas penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya.

“Itu ulusan pemerintah. Menurut kami, itu yang paling logis untuk menjaga supaya yang ada di BPKH itu tidak tergerus, ya dengan komposisi seperti itu. Jadi dana manfaat itu dikurangi, tinggal 30%, sementara yang 70% menjadi tanggung jawab jemaah,” urai Menag.

“Selain untuk menjaga itu (BPKH), yang kedua ini juga soal istitha'ah, kemampuan menjalankan ibadah. Kan, ada syarat jika mampu. Haji itu jika mampu. Kemampuan ini harus terukur, kami mengukurnya dengan nilai segitu,” sambung Gus Men, panggilan akrabnya.

Setelah menyampaikan usulan, kata Gus Men, Kemenag selanjutnya akan menunggu pembahasan di tingkat Panitia Kerja BPIH yang dibentuk Komisi VIII DPR. “Ini baru usulan, berapa biaya yang nanti disepakati, tergantung pembicaraan di Panja,” tandasnya. (H-2)

 

Baca Juga

DOK. ATVSI

Meriahkan HPN 2023, ATVSI Bagikan 500 STB untuk Warga Medan dan Deli Serdang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:57 WIB
Pembagian STB ini dilakukan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang merupakan tempat rangkaian Kegiatan dan puncak HPN 2023...
Instagram @realnugros

Ini Kata Dokter Soal Resep Awet Muda Tyo Nugros

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:30 WIB
Dokter kecantikan Abelina Dini Fitria berpendapat bukan hanya menghindari garam dan mecin, tapi juga perlu mengurangi asupan gula dan...
MI/Agus Utantoro

Tarif Baru Borobudur Diperkirakan Rp100 Ribu Hingga Rp150 Ribu untuk Wisatawan Nusantara

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:15 WIB
Terkait dengan kapan tiket dengan tarif baru diberlakukan, Sandi menyerahkan ke PT TWC, termasuk kesiapan para pemandu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya