Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau eks Siklon Tropis Ellie di daratan Australia bagian barat. Siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan terendah 997 mb.
"Potensi sistem untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah. Siklon itu memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam terhadap kondisi cuaca di Indonesia," jelas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab saat dihubungi, Selasa (3/1).
Baca juga: MTI: Informasi Cuaca Jangan Menakuti Masyarakat
Adapun dampak yang ditimbulkan, termasuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Lalu, angin Kencang di Laut Jawa, Samudera Hindia Selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Sumbawa, Laut Flores dan Laut Arafuru. Siklon itu juga berpotensi menyebabkan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter di Laut Jawa bagian Barat, Laut Bali, Selat Lombok bagian Utara dan Laut Banda bagian Utara.
Berikut, tinggi gelombang 2,5-4,0 Meter di Perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kep.Kangean, Laut Jawa bagian Tengah hingga Timur, Perairan Utara Bali hingga Flores.
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Akhir Februari
Kemudian, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape Bagian Selatan, Selat Sumba, Selat Ombai, Selat Wetar, Laut Sawu, Perairan Selatan Flores dan Selat Makassar Bagian Selatan. Serta, Perairan Kepulauan Selayar–Sabalana, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata–Tanimbar dan Laut Arafuru
Di samping itu, tinggi gelombang 4,0-6,0 meter di Perairan Selatan Jawa Timur, Perairan Selatan Pulau Sumba, Perairan Pulau Sabu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah hingga NTT dan Laut Timor.(OL-11)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pastikan untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Secara geografis wilayah Pacitan berhadapan langsung dengan megathrust Jawa. Gempa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi struktural bagi masyarakat di pesisir selatan.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved