Senin 21 November 2022, 09:22 WIB

Anggota DPR Minta Pendaftaran Haji tak Dicabut Untuk Usia 65 Tahun Keatas

Mediaindonesia.com | Humaniora
Anggota DPR Minta Pendaftaran Haji tak Dicabut Untuk Usia 65 Tahun Keatas

Dok. PPP
Anggota Komisi VIII DPR MUslich Zainal Abidin

 

ANGGOTA Komisi VIII DPR Muslich Zainal Abidin meminta masyarakat yang sudah mendaftar sebagai calon haji jangan mencabutnya meskipun usia sudah 65 tahun.

"Karena batas usia 65 tahun calon haji itu hanya untuk tahun 2022 terkait COVID-19, jadi 2023 itu stabil, kembali lagi," katanya pada diseminasi strategi pengelolaan dan pengawasan keuangan haji di Magelang, Jwa tengah

Ia menyampaikan bersama Panja Haji Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama akan ke Mekkah untuk mengurus masalah tersebut.

"Kalau bisa minta tambahan kuota untuk Indonesia, doakan semoga berhasil dan insyaallah tahun 2023 kembali semula," katanya.

Ia menuturkan pada 2020 Indonesia sudah diputuskan kuota untuk 221 ribu orang, namun karena pandemi Covid-19 tidak jadi berangkat, kemudian 2022 jatahnya hanya sekitar 50 persen.

"Memang waktu itu standarnya di Mekkah untuk jamaah haji maksimal umurnya 65 tahun, tetapi hanya berlaku tahun 2022, tahun 2023 besok sudah kembali normal. Bahkan kami berupaya untuk mengutamakan yang umurnya sudah tua," katanya.

Baca juga : Guru Besar UI Ingatkan Orangtua Berikan Kasi Sayang untuk Mencegah Bullying

Ia menuturkan dalam daftar tunggu haji ada yang usianya sudah 62 tahun, sedangkan di Jawa Tengah sekarang daftar tunggu haji sekitar 31 tahun.

"Mendaftar sekarang, 31 tahun lagi baru bisa berangkat haji," katanya.

Bahkan, katanya, ada ketentuan orang yang sudah berusia 75 tahun dan umur porsinya atau sudah mendaftar tiga tahun itu bisa dimajukan, namun hanya terbatas sekitar 1,5 persen dari jumlah kuota haji.

"Sekali lagi perlu disampaikan kepada sahabat-sahabat di daerah bagi yang sudah mendaftar walaupun umurnya sudah 70 tahun tidak perlu dicabut, karena standar 65 tahun paling tua itu hanya berlaku tahun 2022 di masa pandemi COVID-19," katanya.

Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Mulyadi memastikan dana yang disetor para calon haji aman dan tidak akan digunakan, sedangkan subsidi atau untuk menambal biaya perjalanan haji selama ini dari nilai manfaat atau imbal hasil.

Ia menyampaikan dari biaya haji yang ditetapkan Rp35 juta tahun 2022, sebenarnya nilai riil yang diperlukan Rp98 juta, sedangkan kekurangannya ditutup dari nilai manfaat dana yang dikelola BPKH. (Ant/OL-7)

Baca Juga

Ist

“Cinta Yang Memulihkan", Kumpulan Cerpen dari Penulis ALINEA  

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 10:44 WIB
Sejumlah penulis yang menyumbangkan cerpennya hadir dan kemudian membacakan karyanya, diiringi musikalisasi gitar dan...
MI/HO

Lestarikan Budaya Nusantara, TNI AL Adakan Pagerlaran Wayang Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:24 WIB
Pagelaran Pandowo Boyong itu rencananya akan dilaksanakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis (15/12)...
Dok. DPR RI

Revisi UU Pengolahan Sampah Diperlukan untuk Akomodasi Peran Swasta

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 08:59 WIB
Selain soal kontribusi investor swasta, ada hal lain yang perlu direvisi pada UU No. 18 Tahun 2008 ini. Terutama berkaitan dengan insentif,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya