Jumat 11 November 2022, 11:00 WIB

Ini Penyebab Penderita Diabetes Sering Merasa Lapar

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Penyebab Penderita Diabetes Sering Merasa Lapar

Freepik
Ilustrasi

 

ORANG yang menderita penyakit diabetes kerap mudah lapar dan ingin sering makan dan ini semua berhubungan dengan neurotransmitter dalam otak. Hal itu dikatakan Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Fatimah Eliana Taufik.

"Otak menghasilkan neurotransmitter yang menyebabkan rasa lapar dan kenyang," kata dokter yang akrab disapa Eliana itu dalam sebuah webinar, dikutip Jumat (11/11).

Diabetes membuat neurotransmitter, senyawa kimia pembawa pesan antarsel saraf, terganggu sehingga pasien menjadi mudah lapar dan seakan sulit merasa kenyang.

Baca juga: Tidak Semua Penderita Diabetes Menunjukkan Gejala

Untuk mengatasinya, Eliana menyarankan agar pasien mengontrol emosi agar tidak kalap saat makan dan mengonsumsi obat-obatan sesuai yang diresepkan dokter sehingga diabetes dapat dikendalikan.

Eliana menyebut ada obat-obatan yang bisa membuat seseorang bertambah gemuk. Oleh karena itu, konsultasikan kepada dokter agar mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi tubuh. Obat yang cocok untuk seorang pasien belum tentu cocok untuk pasien lain, dia menegaskan.

Penyakit diabetes, hingga saat ini, tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol dengan baik bahkan tanpa obat bila seseorang menjalankan gaya hidup baik. 

Sebagian besar penyebab diabetes adalah gaya hidup yang kurang sehat, faktor lainnya adalah genetik, infeksi, dan obat-obatan.

Eliana berpesan langkah awal yang harus dilakukan ketika dinyatakan menderita diabetes adalah mengubah perilaku dan menerapkan gaya hidup sehat. Mengatur pola makan dan olahraga teratur menjadi kunci.

Ketika gula darah sudah terkontrol, bukan berarti seseorang terbebas dari diabetes melitus. Gaya hidup harus tetap diatur. 

Pada usia muda, pengaturan pola hidup sehat bisa dibarengi tanpa obat-obatan. Namun, ada juga pasien diabetes yang harus mengonsumsi obat seumur hidup karena berbagai faktor, termasuk karena usia.

"Diabetes itu tidak bisa disembuhkan tapi dicegah dan jika sudah terdiagnosis harus dijaga supaya tidak memburuk ataupun terjadi komplikasi. Maka mengontrol dan menjaga gula darah tetap normal adalah hal wajib bagi seluruh diabetesi, selain memperhatikan juga gaya hidup. Pahami gejalanya supaya bisa terdiagnosis sejak awal," papar Eliana.

Kerap banyak pasien yang datang dengan berbagai gejala tanpa menyadari bahwa itu adalah ciri-ciri dari diabetes. 

Menurut dia, gejala yang kerap tidak disadari adalah gangguan penglihatan, gangguan ereksi, hingga gangguan jantung yang terjadi akibat komplikasi.

Penyandang diabetes di Indonesia hingga kini terus meningkat, bahkan tahun ini penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini berada di urutan kelima terbanyak di dunia, menurut International Diabetes Federation (IDF). 

Data statistik menunjukan bahwa 1 dari 11 orang dewasa di Indonesia rentang usia 20-79 tahun merupakan penyandang diabetes dan terus diprediksi meningkat. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/Andri

One Health Cegah Penularan Penyakit dari Hewan ke Manusia

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:25 WIB
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan kebijakan one health sangat penting dalam upaya pencegahan pandemi di masa yang...
AFP

Ada Kesenjangan Komitmen, Pakar : Biaya Adaptasi Iklim bakal Membengkak

👤Zubaedah Hanum 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:15 WIB
PEMANASAN global diprediksi memburuk seperti dilaporkan dalam laporan United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu Emissions Gap...
HO

Petrokimia Gresik Komitmen Optimalkan Transisi Energi

👤Widhoroso 🕔Kamis 01 Desember 2022, 22:51 WIB
PETROKIMIA Gresik meraih penghargaan Industri Hijau Kinerja Terbaik 2022 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) atas komitmen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya