Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAN Anda merasa tidak ingin berhenti mengonsumsi makanan dan minuman manis? Rupanya ada alasan mengapa makanan dan minuman manis membuat seseorang merasa ketagihan.
"Gula berlebihan akan mengaktivasi reward response," kata dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Arti Indira, dikutip Kamis (10/11).
Artinya, ketika seseorang mengonsumsi gula secara berlebihan, tubuh merasa seperti diberi reward.
Baca juga: Derita Penyakit Kronis? Hindari Makanan dan Minuman Manis
Menurut Arti, sejumlah literatur menyatakan asupan gula berlebihan serupa seperti mengonsumsi narkoba karena memberikan efek kesenangan yang mirip dengan adiksi obat terlarang.
Alasan itu yang membuat Anda merasa ngidam ingin makan atau minum sesuatu yang manis terus menerus.
"Hati-hati konsumsi gula jangan sampai berlebihan," pesan dia.
Di Indonesia, ketentuan batasan asupan gula harian yang dianjurkan telah tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 yaitu konsumsi gula pada orang dewasa maksimal 50 gram atau empat sendok makan per hari.
Pola makan buruk dengan asupan gula berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak terhadap organ di dalam tubuh.
Menurut Arti, konsumsi gula yang terlalu banyak bisa menimbulkan perlemakan hati, menimbulkan risiko masalah pada jantung, dan membuat pankreas bekerja terlalu keras.
Gula yang terlalu banyak membuat pankreas harus terus memproduksi insulin yang membantu memasukkan glukosa dari pembuluh darah ke sel tubuh dan diubah menjadi energi. Hal ini dapat mengakibatkan resistensi insulin dan menjadi cikal bakal diabetes.
Asupan gula yang berlebihan juga bisa mempengaruhi kehidupan seks seseorang.
"Libido jadi menurun," kata Arti.
Konsumsi gula yang terlalu banyak pun bisa mempengaruhi kesehatan kulit, membuat kulit lebih cepat keriput. Perawatan kulit yang canggih tidak akan maksimal bila tidak dibarengi dengan pola makan yang sehat. (Ant/OL-1)
GP Ansor memastikan kewajiban sertifikasi dan label halal untuk produk makanan dan minuman di Indonesia tetap berlaku sesuai UU No. 33/2014.
Kenali 8 makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Terapkan pola makan sehat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sejak berdiri, organisasi ini mampu menyalurkan lebih dari 4.000 porsi makanan kepada mereka yang membutuhkan.
Perusahaan pemrosesan serta pengemasan makanan dan minuman, Tetra Pak meresmikan fasilitas produksi material tahap kedua di Binh Duong, Vietnam.
Stroke merupakan penyakit tidak menular yang sangat berbahaya. Selain dapat mengancam nyawa, stroke sering kali meninggalkan dampak berupa kecacatan jangka panjang
Tak disangka, beberapa makanan dan minuman sehari-hari. Simak 6 jenis konsumsi yang perlu dihindari untuk melindungi kesehatan Anda.
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Komposisi dan porsi makanan saat sahur berpengaruh langsung terhadap kestabilan gula darah seseorang.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Berbagai hidangan takjil yang tinggi kandungan gula justru dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis dalam waktu singkat.
Makanan manis merupakan makanan dengan kandungan gula yang memberikan rasa manis, yang sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan seimbang.
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved