Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK tujuh guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas) dikabarkan mengundurkan diri untuk mengajar dan membimbing mahasiswa Program Studi Doktoral (S3) Manajemen. Ketujuh guru besar tersebut mundur lantaran menolak permintaan meluluskan mahasiswa yang dinilai tidak memenuhi persyaratan.
Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti-Ristek) Kemendikbud-Ristek Prof. Nizam mengatakan persoalan tersebut sudah diselesaikan oleh Rektor Unhas. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), Unhas harus menyelesaikan persoalannya tersebut secara mandiri.
"Sudah diselesaikan Rektor Unhas. Sebagai PTN Badan Hukum, mestinya Unhas memiliki mekanisme internal untuk penjaminan mutu dan resolusi konflik yang dapat dilakukan secara mandiri," ujar Nizam kepada Media Indonesia, Kamis (3/11).
Baca juga: Bahtiar Didaulat Jadi Anggota Dewan Kehormatan Ikaunhas
Nizam tidak menjelaskan secara detail proses penyelesaian masalah tersebut. Menurutnya, Dikti-Ristek selalu mendorong perguruan tinggi untuk semakin otonom dan akuntabel. Marwah perguruan tinggi harus tetap dijaga sebagai lembaga akademik yang melahirkan SDM unggul dan bermutu.
"Kita mendorong PT untuk semakin otonom dan akuntabel, melalui tata kelola yang sehat dan dewasa," imbuhnya.
Sebelumnya, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa mengaku sudah menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Pihaknya melakukan diskusi bersama para guru besar untuk mencari solusi.(OL-5)
Pencapaian gelar guru besar merupakan puncak pengakuan akademik yang tidak diraih secara instan.
Universitas Satya Negara Indonesia secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si. sebagai Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USNI.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset mencapai Rp12 triliun pada 2026. Itu disampaikan di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan akan menambah dana riset hingga pada 2026 mencapai Rp12 triliun. Hal itu disampaikan presiden di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Menjawab pertanyaan silang dari Nadiem Anwar Makarim di persidangan, mantan Dirjen PAUD Dikdasmen Hamid Muhammad menegaskan pandangannya tentang integritas mantan atasannya tersebut.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Sidang kasus dugaan korupsi di Kemendikbudristek Kembali bergulir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1).
Laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yakni https://pip.kemendikbudristek.com/ merupakan portal informasi resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved