Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp 12 Triliun Usai Kumpulkan Rektor dan Guru Besar, Berlaku 2026

Media Indonesia
15/1/2026 20:39
Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp 12 Triliun Usai Kumpulkan Rektor dan Guru Besar,  Berlaku 2026
Pengunjung mengamati maket kapal untuk membongkar sumur minyak lepas pantai yang sudah tidak berfungsi hasil riset dan desain BRIN dalam pameran International Maritime Symposium on Hydrodynamic Science and Technology 2025 (IMS-HydroST) di Kawasan Sains da(MI/Susanto)

PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset mencapai Rp12 triliun pada 2026. Itu disampaikan di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia dalam acara pertemuan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1).

Tambahan dana tersebut berlaku 2026, untuk memperkuat penelitian di perguruan tinggi termasuk dalam kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu, Presiden Prabowo pada kesempatan itu juga ingin agar mahasiswa penerima beasiswa diperbanyak. 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi  diminta membuat formulasi baru agar jumlah penerima beasiswa bertambah.

"Soal biaya kuliah, salah satunya (yang dibahas). Jadi, dilaporkan juga kepada Bapak Presiden berapa jumlah adik-adik mahasiswa sekarang yang sedang belajar. Jadi, kurang lebih ada sekitar 9,9 juta, kemudian berapa yang sudah mendapatkan beasiswa dalam berbagai bentuk, salah satunya misalnya KIP yang baru 1,1 juta penerima," terang Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai pertemuan tersebut.

Presiden memberi arahan soal penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memprioritaskan studi di bidang sains, teknologi, rekayasa engineering, dan matematika (STEM).

"Tadi, Beliau (Presiden, red.) sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu," kata Prasetyo.

Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan 1.200 guru besar bidang sosial dan humaniora (soshum), dekan-dekan, rektor serta pimpinan perguruan tinggi. Prasetyo mengatakan tambahan dana riset resmi berlaku untuk tahun anggaran 2026. (Ant/H-4)

    

    
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik