Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengangkat ratusan Purnapaskibraka Duta Pancasila di sejumlah daerah salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Lampung, Kamis, (27/10).
Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Dr. Rima Agristina, SH., SE., MM mengatakan pengangkatan tersebut menyusul pengangkatan Duta Pancasila di seluruh Indonesia yang sudah dilaksanakan di 24 Provinsi lainnya.
Pelaksanaan pengangkatan Purnapaskibraka Duta Pancasila didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 51 tahun 2022 Tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Peraturan BPIP Nomor 3 tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Perpres Nomor 51 yang menggantikan Perpres Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila kepada Generasi Muda melalui Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Perban Nomor 1 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perpres Nomor 13 Tahun 2021 yang sudah dicabut.
Baca juga : BPIP Angkat Purnapaskibraka Jadi Duta Pancasila Jatim, Ini Pesan Khofifah
Lebih jauh Rima menjelaskan bahwa Purnapaskibraka Duta Pancasila harus memegang teguh konsensus yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Adik-adik juga harus menjadi teladan dalam mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari terutama di kalangan generasi muda", paparnya saat membuka acara di Provinsi NTB.
Purnapaskibraka Duta Pancasila diharapkan dapat mengukir prestasi dan menjadi benteng Ideologi Pancasila.
Baca juga : BPIP Kembali Lantik Purna Paskibraka Menjadi Duta Pancasila
"Jadilah pewaris dan pemimpin Indonesia masa depan, jangan pernah ragu menjaga Pancasila, jagalah sang saka merah putih tetap berkibar di seluruh pelosok Indonesia", demikian disampaikan Rima sebagai penutup kata pengantar pengangkatan.
Dalam Kesempatan yang sama Sekretaris Daerah NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengapresiasi kepada BPIP yang telah mengangkat Purnapaskibraka 2021 Provinsi NTB menjadi Duta Pancasila.
Gita mengatakan bahwa tugas Purnapaskibraka Duta Pancasila saat ini semakin berat.
Baca juga : Paskibraka Disiapkan Disiapkan Menjadi Duta Pancasila
"Menjadi Duta Pancasila ini adik-adik jangan main-main, kalian diibaratkan seperti "manusia setengah dewa" yang tidak boleh salah", tegas Gita.
Selanjutnya, Ia berharap agar Purnapaskibraka Duta Pancasila NTB dapat menjadi garda terdepan dalam mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Salah satu anggota Duta Pancasila Purna Paskibraka NTB Hana Novita Fitri mengaku siap dan akan berkomitmen dalam mengarusutamakan Pancasila di lingkungan masyarakat terutama di lingkungan keluarga dan sekolah.
Baca juga : KASAD Award: Merayakan Keberhasilan Kampung Pancasila dalam Mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika
Ia juga berterimakasih kepada BPIP dan Pemerintah Daerah NTB yang telah mengangatnya sebagai Duta Pancasila bersama 150 Purnapaskibraka lainnya di NTB.
"Ia kami tau ini tugas berat kami, tetapi kami akan berupaya terus dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, karena Pancasila adalah ideologi negara", ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dilaksanakan bersamaan di Kota Lampung. Sebanyak sembilan Purnapaskibraka Duta Pancasila disematkan Pin dan Piagam penghargaan ssbagai Purnapaskibra Duta Pancasila.
Baca juga : BPIP Berkomitmen Selenggarakan Keterbukaan Informasi Publik
Direktur Pengendalian Mukhammad Fahrurozi, S.Sos, M.Si. dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kesbangpol Provinsi Lampung sudah mau ikut berpartisipasi untuk melantik Purna Paskibraka sebagai Duta Pancasila.
"Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak Kesbangpol dalam sambutannya kepada BPIP dan juga kepada Purna Paskibraka sebagai Duta Pancasila di Provinsi Lampung agar menjadi contoh kepada masyarakat sekitarnya." Ucapnya.
Fahrurozi juga berharap agar Purna Paskibraka yang dilantik sebagai Duta Pancasila bisa membawa nama baik bangsa dan dapat menjadi teladan bagi nusa dan bangsa serta mampu membawa harum nama bangsa sebagai Duta Pancasila Provinsi Lampung.
Baca juga : Ratusan Calon Maheswara Ikuti Diklat Pengajar Pembinaan Ideologi Pancasila
"Saya berharap adek-adek bisa membawa nama bangsa karna masa depan adek adek semua dapat dikatakan masih panjang serta cita-cita yang ingin dicapai bisa terwujud." Harap lulusan UI tersebut.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung Drs. M. Firsada, M.Si mengatakan menjadi duta Pancasila bukanlah tugas berat yang harus diemban Purna Paskibraka Duta Pancasila.
Menurutnya, menjadi Duta Pancasila merupakan tugas mulia dan bertanggung jawab dengan lingkungan sekitar agar menjadi teladan yang baik. Paham radikal yang sudah masuk ke Indonesia diharapkan bisa dicegah sejak dini setelah adanya Duta Pancasila.
"Paham radikalisme saat ini menyasar keanak muda seperti adik-adik saat ini, oleh karena itu adik-adik semua bisa melihat paham paham yang bertentangan dengan agama, merusak kesatuan NKRI harus dilawan," tegasnya. (RO/OL-09)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Nasionalis (DPP GAN) menggelar audiensi dengan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, beserta jajaran.
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
DEWAN Pakar BPIP Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, mengatakan bencana banjir Sumatra membangkitkan naluri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved