Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Try Sutrisno di Mata Pramono Anung: Tokoh yang Merangkul Semua Kalangan

Andhika Prasetyo
02/3/2026 11:58
Try Sutrisno di Mata Pramono Anung: Tokoh yang Merangkul Semua Kalangan
Try Sutrisno(Antara)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengenang Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno yang wafat pada Senin pagi sebagai sosok pemimpin yang mampu merangkul berbagai kalangan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno, tentunya merasa kehilangan, karena beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang,” ujar Pramono usai melakukan takziah di rumah duka, Senin.

Pramono mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Try Sutrisno sejak 1995. Ia juga menyebut Try memiliki hubungan dekat dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Pramono mengaku kerap terlibat dalam diskusi bersama Megawati dan Try Sutrisno, yang membuat kepergian tokoh tersebut terasa sangat kehilangan baginya.

Ia menambahkan, pertemuan terakhirnya dengan Try terjadi sekitar enam bulan lalu, di mana kondisi kesehatan almarhum memang sudah mulai menurun. Namun demikian, Pramono menilai semangat Try Sutrisno tidak pernah surut meski usianya hampir mencapai 90 tahun.

“Beliau memang masih aktif di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Beliau kalau urusan Pancasila, konstitusi kita itu selalu dipegang teguh. Jadi, itulah yang membedakan Pak Try Sutrisno dengan tokoh-tokoh yang lain, memang beliau urusan konstitusi itu sesuatu yang dalam, inherent dalam hidupnya,” ungkap Pramono.

Seperti diketahui, Try Sutrisno meninggan dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Informasi wafatnya disampaikan melalui pesan berantai dari pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dalam informasi tersebut, jenazah almarhum direncanakan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

"Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf Almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA," demikian petikan pesan dari keluarga.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya