Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno Wafat, Pramono Anung : Bapak Bangsa Merangkul Semua

Mohamad Farhan Zhuhri
02/3/2026 12:50
Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno Wafat, Pramono Anung : Bapak Bangsa Merangkul Semua
Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno berbincang dengan para tokoh yang hadir saat peluncuran buku berjudul Filosofi Parenting Try Sutrisno di The Ballroom Djakarta Theater XXI, Jakarta, Sabtu (15/11/2025)(MI/Usman Iskandar.)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno. Datang melayat ke rumah duka, Pramono mengaku kehilangan sosok negarawan yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk bangsa dan negara.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno tentunya merasa kehilangan,” ujar Pramono di rumah duka, Selasa (2/3).

Menurut dia, Try Sutrisno merupakan figur bapak bangsa yang mampu merangkul semua kalangan. Pramono mengaku telah mengenal almarhum sejak sekitar 1995 dan menilai konsistensi serta keteguhan sikap Try Sutrisno menjadi teladan lintas generasi.

“Beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang. Saya mengenal beliau dari tahun sekitar ’95, jadi mengenalnya cukup lama sekali. Dan kita semua kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara,” katanya.

Pramono menuturkan pertemuan terakhirnya dengan Try Sutrisno terjadi sekitar lima hingga enam bulan lalu. Saat itu, kata dia, almarhum masih aktif menjalankan peran di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), terutama dalam penguatan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi.

“Saya ketemu beliau terakhir kurang lebih 5–6 bulan yang lalu. Beliau memang masih aktif di BPIP. Kalau urusan Pancasila, kemudian konstitusi kita, itu selalu dipegang teguh,” ujarnya.

Ia menekankan, komitmen Try Sutrisno terhadap konstitusi bukan sekadar sikap politik, melainkan sudah melekat dalam jalan hidupnya. 

"Urusan konstitusi itu sesuatu yang inherent dalam hidup beliau. Itu yang membedakan Pak Try dengan tokoh-tokoh yang lain,” tegas Pramono.

Terkait kondisi kesehatan, Pramono mengakui dalam beberapa waktu terakhir Try Sutrisno mengalami penurunan fisik. Namun, semangat pengabdiannya disebut tak pernah surut, bahkan di usia hampir 90 tahun. “Kondisinya memang terakhir-terakhir ini mengalami penurunan, tetapi semangatnya enggak pernah turun. Dalam usia beliau hampir 90 tahun, semangatnya nggak pernah turun,” ucapnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya