Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
GARAM Gamy, merupakan inovasi dari peneliti dan dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof Nurjanah. Garam ini terbuat dari rumput laut.
Garam ini berbeda dengan garam pada umumnya yang murni mengandung minimum 94% natrium klorida. Karena itu, garam Gamy termasuk kategori garam diet yang cocok dikonsumsi untuk penderita hipertensi.
“Kandungan natriumnya relatif lebih rendah, kurang dari 50 persen. Rasio natrium dan kaliumnya mendekati satu. Namun masih memiliki cita rasa yang tetap asin dan enak seperti garam pada umumnya. Garam ini tidak menyebabkan hipertensi karena kadar natriumnya sebagian digantikan oleh kalium. Garam Gamy juga mengandung mineral seperti magnesium, zinc, besi, selenium, iodium dan unsur mineral lain yang dibutuhkan tubuh,” jelasnya seperti dilansir dari laman IPB University.
Selain itu, lanjutnya, Gamy juga mengandung komponen bioaktif, antioksidan (pigmen yang terdapat pada rumput laut). “Selain memberikan cita rasa asin, juga terdapat rasa umami. Memberikan rasa enak dan gurih pada masakan. Jadi tidak sekedar sehat,” jelasnya.
Menurutnya, penelitian garam Gamy berjalan cukup panjang. Latar belakang inovasi ini berasal dari kekhawatiran akan meningkatnya pasien penderita hipertensi. Hipertensi ini terjadi hampir pada semua status sosial mulai dari ekonomi rendah hingga tinggi. Salah satunya diakibatkan oleh pola konsumsi yang mengandung natrium tinggi.
Ia menjelaskan, garam ini diproses dari rumput laut yang dihancurkan dan dibersihkan dari air laut. Kemudian dilarutkan dengan air tawar dan diuapkan. Sebagian filtratnya masih terbawa pigmen dan serat, maka jadilah garam Gamy. “Penelitian ini sudah mulai sejak tahun 2018 dan kini sudah berhasil dikomersialkan,” tuturnya.
Tantangannya adalah, imbuhnya, seharusnya produksi dilakukan di dekat pantai atau di atas kapal dekat tempat panen rumput laut. Saat ini jarak tempat panen ke tempat produksi cukup jauh sehingga berdampak pada tingginya biaya produksi. Menurutnya, bila bisa diterapkan akan sangat baik karena Indonesia kaya akan berbagai jenis rumput laut.
“Indonesia memiliki rumput laut berukuran besar atau makroalga dan sudah teridentifikasi 911 spesies. Namun hasil budidayanya tidak lebih dari tiga spesies yang sudah dikomersialkan. Maka dari itu kami membuat inovasi dengan memanfaatkan spesies rumput laut yang tidak pernah dikomersialkan yakni rumput laut hijau, coklat dan merah,” jelasnya.
Ia melanjutkan, garam ini bukan hanya sekedar dicampur dan ditabur pada berbagai makanan namun dapat dijadikan sumber mineral tambahan. Selain bagi penderita hipertensi, dapat dikonsumsi juga oleh orang yang kekurangan serat.
Selain garamnya, tambahnya, residu garam bisa dimanfaatkan sebagai sumber serat. Misalnya sebagai toping berbagai produk.
“Garam ini juga dinilai baik untuk mencegah stunting ataupun penyakit degeneratif. Terutama bagi mencegah kanker usus, karena dapat menjadi sumber serat yang sangat baik bagi Kesehatan,” tandasnya. (H-2)
Meskipun gangguan metabolisme kerap terjadi pada usia lanjut, tetapi masalah metabolisme juga dapat terjadi di usia muda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Hipertensi sering tanpa gejala. Kenali 7 tanda tekanan darah tinggi yang sering diabaikan agar terhindar dari risiko stroke dan jantung. Cek di sini!
Pencapaian ini tergolong istimewa karena merupakan debut perdana kedokteran hewan IPB dalam pemeringkatan global tersebut, yang langsung melesat ke jajaran elite dunia.
Tujuan pemberian beasiswa untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang agromaritim.
NASI dituding sebagai biang kerok perut buncit. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Profesor Ali Khomsan menilai anggapan tersebut lahir akibat kurangnya pemahaman soal gizi seimbang
PERNYATAAN penerima beasiswa LPDP yang mengatakan cukup dirinya jadi WNI, anaknya jangan menuai respons dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved