Selasa 27 September 2022, 14:03 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Lampaui Batas

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Konsumsi Gula Orang Indonesia Lampaui Batas

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Gula-gula bentuk "Lollipop" di sebuah industri rumahan di Pakis, Malang, Jawa Timur.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa 28,7% masyarakat Indonesia mengonsumsi Gula Garam Lemak (GGL) melebih batas yang dianjurkan. Di mana batasan konsumsi GGL sudah diatur dalam Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes 63/2015.

Sementara sebanyak 61,27% penduduk usia 3 tahun ke atas di Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali per hari, dan 30,22% orang mengonsumsi minuman manis sebanyak 1-6 kali per minggu. Sementara hanya 8,51% orang mengonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali per bulan (Riskesdas, 2018).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan patut menjadi perhatian adalah peningkatan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak muda yang meningkat 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Data tahun 2015 menunjukkan prevalensi berat badan berlebih pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 8,6% pada 2006 menjadi 15,4% pada 2016. Sementara prevalensi obesitas pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 2,8% pada 2006 menjadi 6,1% pada 2016.

Selain itu "Konsumsi gula berlebih, baik dari makanan atau minuman berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, obesitas, dan diabetes melitus," kata dr Maxi, Selasa (27/9).

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di indonesia dalam waktu 5 tahun.

Berdasarkan data tahun 2013 menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 1,5 per mil meningkat pada tahun 2018 menjadi 2 per mil. Demikian juga gagal ginjal kronis dari 2 per mil menjadi 3,8 per mil, sementara stroke meningkat dari 7 per mil menjadi 10,9 per mil.

Baca juga: Waspada, Sembelit Ternyata Bisa Sebabkan Kanker Usus

"Tentunya ini akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di Indonesia. Terlebih lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular," ujar dr Maxi.

Lebih lanjut, dr Maxi menyampaikan bahwa pemerintah melakukan berbagai upaya dan strategi dalam mengendalikan GGL mencakup aspek regulasi, reformulasi pangan, penetapan pajak/cukai, studi/riset, dan edukasi.

Salah satunya adalah Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes No 63/2015 Tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Salah satu aspek pengaturannya dalam hal nilai gizi seperti kandungan lemak hingga gula harus tertera pada iklan dan promosi media lainnya seperti leaflet, brosur, buku menu, dan media lainnya.

Kebijakan cukai terhadap Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) di Indonesia juga sudah diatur dalam UU No. 39 Tahun 2007 Tentang Cukai dan dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan. Diharapkan dengan pemberlakuan cukai pada produk makanan dan minuman yang tinggi gula, garam dan lemak dapat menginisiasi terciptanya pangan yang lebih sehat dengan reformulasi makanan sehingga menurunkan risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular

Masyarakat diharapkan untuk menjaga kesehatan mulai dari sendiri. Lebih bijak dalam memperhatikan asupan makan sesuai dengan isi piringku. Serta menjaga asupan gula garam dan lemak sesuai dengan rekomendasi maksimum, yaitu gula sebanyak 50 gram per hari atau 4 sendok makan (sdm), garam sebanyak 2 gram, dan lemak sebanyak 67 gram atau 5 sdm.

"Kita minta masyarakat sadar untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya . Pola asuh yang benar akan mencegah anak anak mengidap penyakit diabetes melitus, hipertensi dan kolesterol di usia dewasa nanti," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Ist

Cegah Perkembangan Tungau dalam Rumah dengan Penghisap Debu

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:33 WIB
Menurut hasil penelitian, 50% alergi pernapasan disebabkan oleh tungau debu juga merupakan salah satu penyebab umum penyakit asma di...
Dok. Pribadi

Rekomendasi Langkah bagi Guru untuk Pemulihan Hasil Belajar yang Hilang karena Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:21 WIB
Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir menjadi tantangan bagi sekolah dalam menjalankan...
dok.ist

APTISI dan LKBH UTA ’45 Jakarta Siap Gugat ke PTUN terhadap UKAI

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 22:12 WIB
Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) dinilai merugikan ribuan calon apoteker yang dianggap gagal dalam uji...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya