Jumat 23 September 2022, 14:07 WIB

Muhammadiyah Kritik Nadiem Karena Bentuk Tim Bayangan Berisi 400 Orang

Naufal Zuhdi | Humaniora
Muhammadiyah Kritik Nadiem Karena Bentuk Tim Bayangan Berisi 400 Orang

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim

 

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makariem, lebih mempercayakan urusan kementerian kepada tim bayangan (shadow) di dalam Kementeriannya yang beranggotakan sebanyak 400 orang. Hal ini bisa menandakan bahwa Nadiem sendiri tidak percaya dengan birokrasi Kemendikbudristek nya sendiri.

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Alpha Amirrachman mengatakan bahwa kementerian bayangan yang dibentuk Nadiem bisa membuat birokrasi yang sesungguhnya tidak berdaya.

"Organisasi atau kementerian bayangan yang dibentuk Mendikbudristek merupakan bentuk ketidakpercayaan beliau kepada birokrasi Kemendikbudristek yang beliau pimpin. Alih-alih memberdayakan birokrasi, beliau malah membuatnya mandul dan tidak berdaya," ujar Alpha dari keterangan resminya pada Jumat (23/9).

"Kalau Mendikbudristek lebih percaya dengan organisasi bayangan ini, dan nampaknya demikian karena beliau katakan ini dengan terbuka dan menganggapnya sebagai terobosan, maka kementerian sesungguhnya akan mandul dan tidak akan berfungsi secara efektif dan optimal," tambahnya.

Baca juga: Maarif Institute: Jokowi Layak Raih Global Citizen Award dari The Atlantic Council

Menurutnya, apabila di setiap kementerian memiliki organisasi atau kementerian bayangan, ini bukanlah sebuah sesuatu yang sehat dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan.

"Seorang pemimpin birokrasi pemerintahan hendaknya membina dan memberdayakan birokrasi yang dipimpinnya, bukan mengkerdilkannya. Bisa dibayangkan jika setiap kementerian memiliki kementerian bayangan yang bekerja setara dengan kementerian sesungguhnya. Ini jelas bukan sesuatu yang sehat dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa apabila organisasi yang ada di suatu badan tidak berjalan secara efektif, maka barulah dibentuk organisasi bayangan.

"Organisasi bayangan biasanya dibentuk ketika organisasi sesungguhnya betul-betul tidak berjalan efektif dan ini bisanya dilakukan secara tertutup, tidak secara terbuka. Dibentuk secara sementara sambil memulihkan organisasi yang sesungguhnya, bukan untuk mengambil alih perannya," tutur dia. (OL-4)

Baca Juga

Dok. Klinik Insomm

Insomnia Banyak Terjadi, Klinik Ini Tawarkan Sleep Restoration Programme untuk Capai Tidur Berkualitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 10:01 WIB
"Banyak sekali dampak negatif yang terjadi pada individu yang kesulitan tidur. Kami sangat berusaha agar setiap  individu bisa...
dok.ist

Akhir Pekan, Healing di Nebula Glamping jadi Pilihan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 08:29 WIB
Nebula Glamping merupakan penginapan yang berada di lahan seluas 1,2 hektar milik Perhutani di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor,...
DOK Pribadi.

Nadiem Makarim Terinspirasi Model Pendidikan ala Pendiri Nahdlatul Ulama

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 07:03 WIB
Menurutnya, model pendidikan KH Hasyim Asy'ari yang memanusiakan manusia terbukti berhasil mencetak generasi penerus yang berkarakter,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya