Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret 2026

Ardi Teristi Hardi
14/3/2026 12:31
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret 2026
Sejumlah warga lereng Gunung Merbabu menunaikan Shalat Idul Fitri 1446 H di Jrakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (31/3/2025).(Antara)

PENETAPAN awal bulan Syawal 1447 H dilakukan dengan merujuk pada Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Keputusan tersebut menetapkan kriteria global yang mewujudkan  penyatuan awal bulan hijriah di seluruh dunia berdasarkan parameter astronomis yang terpenuhi di kawasan mana pun.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas menjelaskan, kriteria KHGT yang digunakan sebagai acuan adalah sebagai berikut.

"Satu, seluruh dunia dianggap satu kesatuan matlak; bulan baru dimulai serentak. Dua, bulan baru dimulai apabila di suatu tempat di dunia sebelum pukul 24.00 UTC telah terpenuhi kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam," jelas Ilyas.

"Tiga, jika kriteria terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, bulan baru tetap dimulai  dengan syarat: parameter terpenuhi di suatu tempat di daratan Benua Amerika  dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand," terang dia.

Data astronomis yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh kriteria KHGT untuk  bulan Syawal 1447 H telah terpenuhi, sehingga 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 M. 

Data astronomi yang menjadi dasar penetapan adalah: 
1. Ijtimak terjadi pada hari Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 M, pukul 01:23:28 UTC. 

2. Data lokasi pertama yang memenuhi parameter di koordinat 64° 59' 57.47" LU, 
42° 3' 3.47" BT menunjukkan:
a. Matahari terbenam lokal pukul 18:12:15 (UTC+3) atau 15:24:03 UTC.
b. Ketinggian bulan: 6,49° ( 5°).
c. Elongasi bulan: 8° ( 8°). 

3. Parameter Kalender Global juga terpenuhi di wilayah Makkah, Saudi Arabia (Lintang 21° 25' 22" LU, Bujur 39° 49' 31" BT, Zona +3) dengan kondisi: 
a. Matahari terbenam pukul 18:34:04 LT (15:34:04 UTC).
b. Tinggi bulan geosentrik saat matahari terbenam: +06° 09' 09" ( 5°). 
c. Elongasi geosentrik: 08° 05' 24" ( 8°).
 
4. Waktu Fajar di New Zealand (Fajar NZ) tercatat pada Kamis Kliwon, 19 Maret  2026 pukul 16:50:02 UTC. 

Berdasarkan data astronomis yang ada, kriteria utama Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah terpenuhi. Parameter elongasi geosentrik mencapai 8° dan tinggi hilal mencapai 5° juga telah terpenuhi di wilayah Mekah dan lokasi lainnya sebelum pukul 24.00 UTC. Di Mekah, matahari terbenam pada pukul 15:34:04 UTC dengan tinggi bulan +06° 09' 09" dan elongasi 08° 05' 24", melampaui ambang batas yang ditetapkan. 

Sebagai konfirmasi, data lokasi hilal pertama juga menunjukkan nilai tinggi bulan 6,49° dan elongasi 8°, yang semakin menguatkan bahwa parameter KHGT secara global telah dipenuhi.  

Dengan demikian, berdasarkan data astronomis yang memenuhi kriteria KHGT yaitu adanya wilayah di dunia (Mekah dan lokasi lainnya) yang mengalami elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC, maka ditetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 M. 

Penetapan ini  berlaku secara global sebagai awal bulan Syawal yang menyatukan seluruh kawasan dunia dalam satu kalender hijriah. 

Muhammadiyah memandang bahwa penyatuan kalender hijriah global merupakan  sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditunda, bukan sekadar gagasan ideal yang  jauh dari realitas. Implementasi KHGT menjadi manifestasi nyata dari komitmen tersebut sekaligus undangan terbuka bagi seluruh elemen umat Islam untuk  mendalami dan mengadopsinya. 

"Implementasi KHGT adalah upaya pelunasan  hutang peradaban Islam yang telah berusia empat belas abad," terang dia. 

Sepanjang kurun waktu tersebut, umat Islam dunia belum memiliki sistem kalender yang unifikatif,  sehingga seringkali terjebak dalam ketidakpastian koordinasi waktu berskala global. (AT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya