Selasa 13 September 2022, 22:20 WIB

Selama belum Bergejala, Cacar Monyet tidak akan Menular

Mediaindonesia.com | Humaniora
Selama belum Bergejala, Cacar Monyet tidak akan Menular

DOK MI.
Ilustrasi.

 


SELAMA pasien cacar monyet belum menunjukkan gejala khususnya erupsi kulit, penyakitnya tak akan menularkan pada orang lain. Sama seperti penyakit akibat virus lain, cacar monyet atau monkeypox memiliki masa inkubasi sekitar 21-28 hari. 

"Virus masuk ke dalam tubuh seseorang, kemudian bereplikasi atau memperbanyak diri tetapi pasien belum bergejala. Selama belum bergejala, dia tak akan menularkan pada orang lain," kata Ketua Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Hanny Nilasari, Jakarta, Selasa (13/9).Setelah virus masuk dan bertambah banyak, mulailah muncul gejala. Gejala paling sering yakni demam. Menurut Hanny, lebih dari 70% pasien mengalami demam. Gejala lain yaitu pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, nyeri kepala, atau rasa lemas sama seperti infeksi virus lain. 

Tahap berikutnya, pasien akan memasuki fase erupsi kulit berupa kelainan pada kulit. Manifestasinya dimulai dari bercak merah, kemudian berkembang menjadi bintil, lenting, muncul nanah dan pecah yang akan menimbulkan keropeng. "Mulai ada fase merah, bintil, lenting, keropeng itu fase yang menularkan dari orang ke orang," kata Hanny.

Beberapa jurnal menyebutkan bintil atau lenting biasanya dimulai dari bagian wajah lalu menyebar secara cepat yakni 2-3 hari ke seluruh badan termasuk organ kelamin. Penularan dari satu pasien ke orang lain terjadi melalui kontak kulit yang terdapat lesi dengan kulit orang lain dengan intensitas cukup lama. Selain melalui lesi, cacar monyet juga dapat ditularkan melalui kontak seksual dan tetesan pernapasan.

Menurut Hanny, berbeda dengan varian sebelumnya, varian cacar monyet saat ini tergolong lebih ringan. Oleh karena itu, pasien dimungkinkan menjalani isolasi mandiri. Pasien tetap dapat berinteraksi dengan orang di luar, tetapi harus dari dalam satu ruangan tersendiri.

Selama masa isolasi, pasien disarankan melakukan berbagai hobinya seperti menonton televisi, mendengarkan musik demi menjaga kesehatan mentalnya. "Kasus dimonitoring dinas kesehatan setempat. Dengan begitu, support obat, gizi, makanan, pemantauan misalnya dia ada demam atau tidak, batuk atau tidak, jadi bisa dipantau ke arah komplikasi," tutur Hanny. Sama seperti penyakit akibat virus lain, cacar monyet dapat sembuh sendiri asalkan pasien memiliki daya tahan tubuh yang baik. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tidak ada pengobatan khusus untuk cacar monyet atau monkeypox. Antivirus, seperti tecovirimat (TPOXX), mungkin direkomendasikan untuk orang yang lebih mungkin sakit parah, seperti pasien dengan sistem kekebalan yang lemah. 

Seseorang dengan gejala cacar monyet disarankan segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Kebanyakan pasien pulih sepenuhnya dalam 2-4 minggu tanpa memerlukan perawatan medis. (Ant/OL-14)

Baca Juga

HO

Bersantai Dalam Suasana Nyaman di XLY Coffe and Eatery Bekasi

👤Widhoroso 🕔Senin 26 September 2022, 16:36 WIB
TEMPAT bersantai seperti kedai kopi atau coffeeshop bukan hal yang sulit...
Dok. VIVO

Edukasi Seks Sehat dan Penggunaan Kontrasepsi, VIVO gelar Eksibisi Seni Instalasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 16:33 WIB
Sebagai produsen alat kontrasepsi bermerek VIVO, Dapac Pharma pun mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup...
dok.ist

GMC Bangkitkan Kesadaran Generasi Muda Lampung akan Kebudayaan Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 16:20 WIB
INDONESIA merupakan salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman budaya yang dimilikinya. Keanekaragaman tersebut dibentuk dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya