Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan Mahesti Pertiwi menyarankan ibu rumah tangga, yang merasa kelelahan dan kewalahan, sehingga tiba-tiba menangis tanpa sebab dan tidak fokus bekerja untuk mengambil jeda.
"Pelan-pelan berjeda, terima saja dahulu perasaan tidak menentu tersebut, atau hal-hal yang tidak nyaman tersebut. Karena, jika didiamkan atau dihindari justru akan menambah ketidaknyamanan dalam diri," katanya dalam siaran pers, yang dikutip Minggu (4/9).
Hal lain yang bisa dilakukan, lanjutnya, adalah menenangkan diri dengan menarik napas panjang beberapa kali kemudian merenungkan penyebab emosi dan sensasi fisik yang muncul, memilah asumsi dan fakta, serta mengidentifikasi hal yang bisa dikendalikan.
Baca juga: Penting bagi Ibu Rumah Tangga untuk Mengatur Keuangan Keluarga
"Setelah itu, fokus pada apa yang bisa dikendalikan, semisal mengubah sudut pandang, atau bisa juga dengan berbagi dengan orang terdekat yang dipercaya," katanya.
Apabila langkah-langkah tersebut dirasa belum bisa mengatasi masalah, dia menyarankan untuk mencari bantuan ke psikolog atau psikiater.
Mahesti menjelaskan seorang individu bisa dikatakan sehat secara mental antara lain jika bisa memahami dan mengenali diri, memahami yang dipikirkan dan dirasakan, memahami kelebihan dan keterbatasan diri.
"Ciri-ciri individu bermental sehat itu adalah di mana ia bisa memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan, tidak kesulitan dalam
beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain, juga tetap bisa terus berkarya secara produktif, berkontribusi bagi orang lain, serta mampu mengelola stres maupun tekanan yang hadir dalam kehidupannya," paparnya.
Dia mengemukakan menjalankan peran sebagai seorang ibu tidaklah mudah, apalagi jika memiliki beban pekerjaan lain. Butuh proses untuk belajar menghadapinya.
"Banyak ibu berpikir dan berkeinginan untuk bisa berbuat banyak pada semua peran, seperti menjadi seorang ibu, seorang istri, seorang anak, seorang wanita pribadi, dan juga ibu yang berkarya. Mereka pun terkadang lupa tentang kebutuhan dirinya sendiri. Ada perasaan bersalah saat mencoba memberikan waktu untuk diri sendiri," katanya.
Oleh karena itu, Mahesti menyarankan para ibu membagi waktu untuk setiap peran, termasuk untuk diri sendiri.
"Karena diri sendiri perlu juga diberi waktu bermakna," tegasnya. (Ant/OL-1)
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar perjalanan mudik berlangsung aman.
SETELAH 10 tahun menjalin hubungan asmara, pasangan bintang Korea Selatan Kim Woo-bin dan Shin Min Ah akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan
Teknik yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved