Senin 25 Juli 2022, 07:45 WIB

Ini yang Perlu Dilakukan Orangtua untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini yang Perlu Dilakukan Orangtua untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

Medcom
Ilustrasi

 

WAKIL Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Livia Istania DF Iskandar menjelaskan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan para orangtua dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.

Hal utama, kata Livia, orangtua perlu mengajarkan kepada anak sejak dini agar bisa memahami privasi, utamanya terkait daerah-daerah tubuh mereka, mana yang privat dan mana yang tidak privat atau bisa disentuh oleh orang lain.

"Anak-anak perlu diajarkan untuk bisa paham daerah tubuh mana yang bisa disentuh oleh orang lain dan mana yang tidak," kata psikolog pendiri Yayasan Pulih itu, dikutip Senin (25/7).

Baca juga: Siswa SD yang Dipaksa Temannya Setubuhi Kucing Alami Depresi dan Meninggal

Selain itu, orangtua juga perlu mengajarkan kepada anak tentang bagaimana seharusnya kasih sayang diekspresikan, terutama ekspresi melalui sentuhan. 

Livia mengatakan proses pemahaman pada anak terhadap tubuhnya sendiri bisa disampaikan melalui nyanyian berupa lagu.

Mengenai proses pemahaman dan pengenalan tubuh, Livia mengatakan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak di sekolah juga menjadi catatan yang penting untuk dilakukan.

Tidak hanya pengetahuan seputar tubuh, ia juga menekankan pentingnya orangtua menanamkan sikap asertif pada anak, serta sikap tegas untuk mengatakan 'tidak' apabila sang anak memang merasa dalam kondisi tidak aman.

"Misalnya orangtua mendorong anak bisa dipeluk atau dipangku oleh orang yang baru dia kenal, dan kalau dia merasa tidak nyaman dengan itu, ya dia bisa mengatakan 'tidak'," ujarnya.

Selanjutnya, orangtua juga dapat membatasi akses masuk ke wilayah pribadi sang anak kepada orang-orang tertentu, misalnya membatasi siapa saja yang bisa keluar-masuk rumah atau kamar anak. 

Hal tersebut dilakukan mengingat mayoritas pelaku kekerasan seksual merupakan orang yang dikenal korban.

Latar belakang pelaku bisa berasal dari mana saja termasuk dalam lingkup keluarga hingga tetangga. 

Selama proses pengasuhan, Livia meminta orangtua untuk benar-benar mengawasi dan tidak membiarkan anak sendirian. Ia juga mengimbau agar orangtua selalu waspada pada saat ingin mendaftarkan anak ke sekolah berbasis asrama.

"Menurut saya, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, jika anaknya perempuan, kalau bisa, guru mengajinya perempuan saja, dan kalau misalnya memang adanya guru laki-laki, itu benar-benar harus diawasi," ujarnya.

Menurut Livia, biasanya anak akan melapor pada orangtua apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada dirinya. Oleh sebab itu, orangtua perlu waspada ketika anak menunjukkan perubahan-perubahan emosi dan mencari tahu penyebab perubahan tersebut.

"Jangan menganggap remeh kalau ada perubahan-perubahan emosi pada anak, yang tadinya ceria jadi sedih, dari yang semangat sekolah jadi malas sekolah. Itu harus benar-benar dicari tahu sebabnya apa," katanya.

"Dan sampaikan kepada anak bahwa tidak ada hal yang perlu dirahasiakan dari orangtua. Misalnya, katakan, 'Disampaikan saja kepada ibu, kepada nenek, kepada mbak, kalau ada perasaan tidak nyaman oleh karena sebab apapun itu'," imbuh Livia.

Ketika terjadi tindak kekerasan seksual pada anak, Livia mendorong agar orangtua dapat sesegera mungkin melapor ke unit terdekat, seperti Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), atau unit PPA di kepolisian. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Roemah Indonesia BV

Roemah Indonesia BV dan Menteri BUMN Erick Thohir Gelar Pasar Kopi di Eropa

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:38 WIB
Secara unik, acara besar itu akan membawa pengunjung mengenal perjalanan kopi Indonesia, mulai dari menyaksikan pameran sejarah produksi...
Ist

Rambut Rontok 60-100 Helai per Hari, Saatnya Konsultasi ke Dokter

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:22 WIB
Di seluruh dunia, sekitar 60% pria dan 50% wanita mengalami beberapa bentuk kerontokan rambut sehingga membutuhkan penanganan...
Ist

Gerakan Pramuka Solusi Atasi Kecanduan Gawai pada Anak dan Remaja

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 12:42 WIB
Gerakan Pramuka yang biasanya dipenuhi dengan kegiatan alam, ketrampilan dan persaudaraan bisa mengalihkan perhatian sejenak dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya