Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

FPTI Jamin Kondisi Atlet Stabil setelah Kasus Dugaan Pelecehan Jelang Asia Championship

Khoerun Nadif Rahmat
03/4/2026 17:35
FPTI Jamin Kondisi Atlet Stabil setelah Kasus Dugaan Pelecehan Jelang Asia Championship
Dua peserta memacu kecepatan dalam kategori speed putri saat mengikuti Kejuaraan Provinsi Panjat Tebing Kelompok Umur di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/5/2025)( ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/agr)

KETUA Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, memastikan kondisi mental para atlet di pemusatan latihan nasional (pelatnas) telah berangsur pulih dan siap menghadapi World Climbing Asia Championship 2026 di Ma'anshan, Tiongkok.

Kepastian itu diberikan setelah timnas panjat tebing sempat diguncang isu dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum di internal organisasi.

Yenny mengakui bahwa kejadian tersebut sempat mengguncang mental dan mengganggu ritme latihan para atlet.

Namun, langkah cepat diambil dengan menyediakan pendampingan psikologis berkelanjutan guna memastikan fokus atlet tidak terpecah menjelang kualifikasi Asian Games 2026.

"Alhamdulillah, walaupun kemarin kita telah menghadapi cobaan yang cukup signifikan, ya mengguncang mental kita, mengganggu ritme latihan kita, tetapi kita sekarang sudah on track kembali berlatih secara normal," kata Yenny kepada pewarta.

Meski pemulihan trauma membutuhkan waktu, FPTI berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan melalui Tim Pencari Fakta (TPF) internal.

Hingga saat ini, terduga pelaku telah dipanggil sebanyak dua kali namun belum memenuhi panggilan tersebut. 

"Kita ingin memberikan hak jawab kepada terduga pelaku sesuai dengan mekanisme hukum yang kita miliki dan aturan internal organisasi. Kita serahkan semuanya ke proses hukum sekarang," tegasnya.

Di tengah proses hukum yang berjalan, para atlet papan atas Indonesia seperti Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi menunjukkan komitmen kuat untuk memisahkan urusan internal organisasi dengan target prestasi. 

Veddriq menyatakan bahwa tim saat ini sudah dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan saat awal kejadian.

"Kondisi kita saat ini jauh lebih baik gitu dari awal kejadian gitu. Dan untuk hal tersebut kita kesampingkan dulu, kita tersendirikan dulu, kita fokus untuk kualifikasi. Siap tempur," ujar Veddriq.

Veddriq menambahkan bahwa fokus utamanya kini adalah mengantisipasi kebangkitan atlet-atlet muda dari Tiongkok, Kazakhstan, dan Iran yang mulai mencatatkan waktu di bawah 5 detik.

Senada dengan Veddriq, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga mulai menikmati kembali proses latihan. Meskipun tantangan cuaca di lokasi pertandingan menjadi perhatian, Desak tetap optimistis bisa mengamankan tiket ke Nagoya.

"Untuk sekarang saya lihat sih sudah mulai menikmati proses latihan dan kembali ke mimpi mereka yaitu untuk tampil di panggung internasional," pungkas Desak. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya