Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang terjadi lebih dari dua tahun berdampak pada hampir semua aspek kehidupan. Tidak luput bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang terpaksa keluar negeri secara ilegal demi memperbaiki kondisi ekonomi.
Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, jumlah pekerja migran Ilegal semakin banyak. Mereka terjebak dalam perekrutan ilegal, atau juga sering disebut undocumented. Sebab, ada kebijakan pembatasan di masa pandemi.
"Negara memang mengambil sikap untuk melakukan moratorium di awal pandemi, kemudian melakukan penempatan terbatas di 13 negara, baru ke 21 negara dibuka penempatan baru. Tapi, dengan persyaratan lebih restriktif tergantung pada negara penempatan," tuturnya saat dihubungi, Minggu (3/7).
Baca juga: Menlu: Perlindungan Pekerja Migran tidak Hanya Sektor Domestik
Dengan kondisi krisis yang tidak menentu, ditambah tuntutan ekonomi yang terus mendesak, PMI mau tidak mau mengambil jalur pintas. Parahnya, situasi itu dimanfaatkan oleh sindikat trafficking untuk merekrut sebanyak-banyaknya calon pekerja migran, karena perekonomian yang semakin terpuruk.
"Sehingga situasi itu dimanfaatkan, terutama aksi para perekrut itu melalui sosmed. Jadi, di FB itu luar biasa banyak sekali perekrut yang mencari korban," imbuh Anis.
Baca juga: UU TPKS Melindungi Pekerja Migran Perempuan
Meski keadaan memburuk karena pandemi covid-19, isu pekerja migran ilegal sudah marak terjadi sejak dahulu. Para pekerja migran juga banyak berangkat ke luar negeri secara ilegal, yang kemudian meningkat di masa krisis.
Hal itu terjadi lantaran mekanisme penempatan migran yang masih terbatas. Pemerintah memfasilitasi lewat jalur Government to Government (G to G) dan Private to Private (P to P). Untuk mekanisme G to G sangat terbatas, baik dari segi jumlah maupun sektor pekerjaan.
Sementara itu, jalur P to P yang disediakan justru lebih banyak merugikan pekerja migran. "Misalnya, mereka masih membayar biaya rekrutmen yang mahal, jaminan perlindungan tidak ada, sering kali juga mereka terjebak sindikat trafficking," tandasnya.(OL-11)
Tujuh imigran ilegal asal Tiongkok di perairan selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Mereka diamankan bersama tiga warga negara Indonesia asal Sulawesi Tenggara
SEJUMLAH negara miskin sepakat menerima deportasi dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump yang memperketat aturan terhadap migran ilegal.
FEMA siapkan leih dari US$600 juta untuk negara bagian dan pemerintah lokal menahan imigran ilegal.
Polandia memberlakukan pemeriksaan tambahan di perbatasan Jerman dan Lithuania mulai awal pekan ini di tengah meningkatnya kecemasan gelombang imigran ilegal
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI mengungkapkan bahwa sudah ada 58 warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak operasi penindakan imigran di Amerika Serikat hingga saat ini.
PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump tengah mendorong pelaksanaan deportasi massal dengan target ambisius yaitu mendeportasi satu juta imigran tanpa dokumen.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved