Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengimbau para orangtua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit jika mengalami demam, mual, hingga tidak memiliki nafsu makan.
Sebab, lanjutnya, bisa saja gejala itu menjadi salah satu tanda penyakit hepatitis akut misterius.
"Kalau ada anak usia kurang dari 16 tahun dengan keluhan gangguan saluran cerna, mual, muntah, diare, nyeri perut, lemah, tidak nafsu makan, pegal linu, maka orangtua wajib membawa anaknya ke dokter," kata Dwi dalam diskusi daring, di Jakarta, Kamis (19/5).
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan laboratorium dan rontgen.
"Terdapat delapan gejala penyakit hepatitis akut misterius yakni badannya kuning, matanya kuning. Ini seperti sebelumnya kita kenal istilah sakit kuning," ujarnya.
Baca juga : Inovasi Deteksi Dini Tingkatkan Cangkupan Skrining Kanker Serviks di Indonesia
Sebelumnya, Dinkes DKI Jakarta memaparkan perkembangan kasus hepatitis akut misterius yang terjadi di DKI Jakarta dalam rapat kerja bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/5).
Dwi menjelaskan, terdapat 24 orang yang sudah diperiksa terkait penyakit hepatitis. Hasilnya satu orang dikategorikan sebagai suspek, tiga kasus probable, dan 20 lainnya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
"Sekarang yang masih berstatus pengembangan itu sebanyak 20 orang, jadi masih perlu hasil periksanya," ujar Dwi di Gedung DPRD DKI, Rabu.
Dwi menambahkan, angka tersebut mengerucut dari temuan sebelumnya yang mencapai 49 orang. Adapun jumlah kumulatif hepatitis akut di Indonesia meningkat menjadi 27 kasus. (OL-7)
Anton menyebutkan apabila gas air mata ini mengenai bagian mata bisa mengiritasi mata. Kondisi itu dapat menyebabkan mata perih, berair, dan membuat pandangan menjadi kabur.
LEBIH dari 500 siswa di delapan TK dalam wilayah Tangerang Selatan menikmati layanan pemeriksaan gigi serta edukasi kesehatan.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Makanan yang menjadi tren dan digemari anak muda biasanya tinggi gula dan gorengan dengan tepung mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang merusak kolagen.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Pelaku penembak gereja di Minneapolis dinyatakan terobsesi dengan gagasan membunuh anak-anak.
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
Tayangan yang tepat memiliki nilai edukatif dan moral yang positif, sesuai dengan tahap perkembangan anak, dan menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
Tayangan televisi edukatif yang sesuai dengan usia anak serta didampingi orangtua dapat memperluas kosakata, menambah pengetahuan, hingga mengenalkan nilai moral serta sosial.
Rencana, program anak kedua Denny dan istrinya akan dilakukan di rumah sakit yang sama tempat istrinya melahirkan anak pertamanya.
Praktik hipnoterapi yang diimplementasikan secara tepat dapat menyembuhkan trauma yang disebabkan oleh perundungan dan meningkatkan prestasi anak di sekolah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved