Sabtu 14 Mei 2022, 08:30 WIB

Calon Orangtua Perlu Jaga Kesehatan Mental Jelang Persalinan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Calon Orangtua Perlu Jaga Kesehatan Mental Jelang Persalinan

MI/RAMDANI
Ilustrasi

 

CALON orangtua yang sedang mempersiapkan persalinan perlu menjaga kesehatan mental, serta memperbaharui perkembangan informasi dan pengetahuan di setiap usia kehamilan. Hal itu dikatakan dokter kandungan Darrell Fernando.

"Agar bisa relevan dengan kondisi yang sedang dialami," kata dia yang tergabung dalam dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu seperti dikutip dari siaran pers Tentang Anak, Sabtu (14/5).

Selain itu, calon orangtua juga perlu menjaga kesehatan mental, khususnya ibu, selama proses kehamilan hingga setelah melahirkan nanti.

Baca juga: Sambut Jabang Bayi, Ibu Harus Persiapkan Perlengkapan sejak Dini

"Jika mengalami gejala gangguan jiwa seperti sering menangis, merasa hampa, tidak dapat beraktivitas, mendengar suara, cemas berlebih, segera konsultasikan diri ke dokter dan ahlinya," kata Darrell.

Selama proses kehamilan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon orangtua guna menjaga kesehatan dan kenyamanan, salah satunya kontrol kehamilan sesuai dengan jadwal termasuk untuk pemeriksaan USG minimal 4x selama kehamilan.

Jadwal pemeriksaan yang disarankan yakni ketika trimester 1 (usia 10-13 minggu), trimester 2 (usia 20-24 minggu), trimester 3 (usia 28-31 minggu dan 36 minggu).

Perhatikan juga nutrisi dan pola makan dengan gizi seimbang. Darrell mengatakan, tidak ada makanan superior atau paling bagus dibandingkan makanan yang lainnya. Ibu hamil dapat mengonsumsi variasi jenis makanan untuk memenuhi kecukupan gizi.

Hal lainnya yakni konsumsi vitamin sesuai anjuran dokter. Kebutuhan vitamin ibu hamil termasuk zat besi, asam folat, dan vitamin D. Namun sebelum mengonsumsi ini semua, ibu hamil wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Selain itu, usahakan untuk beraktivitas fisik sebanyak 150 menit dalam seminggu atau 20-30 menit setiap harinya dan hindari aktivitas berat seperti lompat-lompat.

Calon orangtua, khususnya ibu, pun perlu mengenali tanda bahaya setiap trimester seperti muntah hebat, pendarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan kejang.

Terkait persiapan ASI sejak kehamilan, calon orangtua dapat mengonsultasikan kondisi medis ke dokter, bidan, konselor laktasi sejak hamil, selain itu sebaiknya berusaha menciptakan suasana yang nyaman, dukungan yang penuh, dan menghindari stres agar proses mengASIhi dapat berjalan dengan lancar.

"Kecukupan gizi ibu dan inisiasi menyusui dini (IMD) juga memiliki peranan penting dalam perjalanan mengASIhi," pungkas Darrell. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Kemen PPPA

Provinsi Maluku Utara Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

👤Dinda Shabrina 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:52 WIB
Di Provinsi Maluku Utara terdapat 2 kabupaten yang menjadi model DRPPA, yaitu Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau...
Antara/Dhedhez Anggara

Senator Aceh Minta Kemenag Lobi Arab Saudi Hapus Kebijakan Pembatasan Usia Jemaah Haji

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:40 WIB
Kebijakan itu dinilai berdampak buruk bagi umat Muslim yang berangkat haji dari Indonesia, termasuk Aceh. Pasalnya, hampir 60% calon haji...
Dok. Kemenkominfo

Tawarkan Kuliner Lokal, Menkominfo  Ajak Delegasi Hadiri Pertemuan Ketiga DEWG G20 di Labuan Bajo

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:37 WIB
Johnny G Plate mengajak delegasi Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia untuk menghadiri pertemuan ketiga yang akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya